Jenderal Purnawirawan Agus Utomo: Demo Kemarin Ada Dalangnya

Majalahglobal.com, Mojokerto – Tasyakuran HUT ke-22 Tahun Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Kabupaten Mojokerto diwarnai Bedah Buku Islam Ala Prabowo, Minggu (31/8/2025) di Pabrik AMDK Amanatil Ummah, Pacet, Mojokerto.

 

Dalam kesempatan itu, Jenderal Purnawirawan Agus Utomo menegaskan, demo kemarin ada dalangnya. Kalau mau jadi wayang ya seperti yang terjadi di Surabaya dan Kediri kemarin.

 

“Kalau tidak mau jadi wayang ya di rumah saja. Biasanya hari Minggu saya momong cucu. Namun karena saya diundang Romo Kiai Asep maka saya hadir di acara ini,” terangnya.

 

Dijelaskannya, Romo Kiai Asep merupakan tokoh agama dan tokoh pendidikan nasional yang mempunyai lembaga pendidikan dan ada 3 alumninya yang menjadi menteri.

 

“Kebijakan Presiden Prabowo semata-mata untuk membuat rakyat Indonesia sejahtera. Dan sedikit demi sedikit dikurangi itu pengangguran. Sehingga kekayaan negara ini diutamakan untuk masyarakat miskin,” paparnya.

 

Dikatakannya, selama ini yang kaya raya yang pesta pora. Kebijakan Prabowo fokus ke rakyat miskin dan berharap orang kaya raya bisa membantu rakyat miskin.

 

“Namun hal ini ternyata membuat orang kaya raya sakit gigi sehingga membuat ulah agar kebijakan Prabowo ini tidak selesai,” ungkapnya.

 

Ditegaskannya, kemarin Prabowo sudah meresmikan Koperasi Desa Merah Putih yang wadahnya KUD.

 

“Program Prabowo yang dapat makan siang gratis sebanyak 82 juta jiwa tentu nggak mungkin bisa semua saat ini. Semua butuh proses. Program Prabowo tidak bisa seperti pembangunan Candi Prambanan,” tandasnya.

 

Pihaknya menjelaskan, koperasi desa merah putih itu tujuannya untuk masyarakat yang terpencil bisa terlayani urusan kesehatan, ekonomi, pupuk, gas, minyak goreng, daging, dan buah-buahan.

 

“Kalau di barat itu sudah terpenuhi semua di segala penjuru. Pak Prabowo ingin memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna dari ujung ke ujung,” ungkapnya.

 

“Sekolah rakyat juga sudah berproses dari tingkat SD-SMA. Gurunya tidak boleh diimpor dari kecamatan lain supaya menjadi guru profesional. Murid juga dapat tempat tinggal yang layak, pakaian yang layak, itu namanya program memutus garis kemiskinan,” ucapnya. (Jay/Adv)

Exit mobile version