Majalahglobal.com,-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD) telah melayangkan surat klarifikasi atas pekerjaan kontruksi TA 2021 sampai 2023.Tertuju Kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Adapun surat tersebut prihal mempertanyakan alasan pihak Dinas PUPR memenangkan pihak Penyedia dalam hal Pekerjaan Kontruksi Rekontruksi jalan dan Peningkatan Jalan.
TA.2021-2023 pihak Dinas telah melakukan belanja kurang lebih 34 paket Pekerjaan Kontruksi.
“Tanggal 10 Februari 2025 kita ngirimin surat secara resmi kepada Dinas PUPR yang meminta klarifikasi dalam 34 paket.”ucap Suhendri Ketua DPD KAMPUD Tubaba, (14/03/2025).
Dalam upaya mendukung mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih sehingga kita melampirkan nama pihak penyedia jasa kontruksi serta titik lokasi dan juga pihak penyidia jasa yang mengawasi pekerjaan saat di laksanakan
“Nama PT atau CV yang jadi pemenang dan juga CV yang menjadi pemenang dalam mengawasi pekerjaan dan lokasi nya serta pagu anggaran.”jelasnya.
Dari seluruh pekerjaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah dinyatakan selesai 100%, pekerjaan telah dibayarkan 90% dari nilai kontrak dan diserahterimakan berdasarkan berita acara serah terima pertama pekerjaan (provisional hand over / PHO) meskipun hasil pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak dan kurang volume.Padahal bila melihat dari tugas dan fungsi (PPK) dalam Perpres Pengadaan Barang dan Jasa di katakan PPK juga bertanggung jawab atas segala tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja.PPK harus memenuhi persyaratan, seperti: Memiliki integritas, Memiliki disiplin tinggi, Memiliki tanggung jawab, Memiliki kualifikasi teknis dan manajerial.
“PPK telah membayar dan menyatakan selesai,saya rasa dia sekolah saat mau dijadikan PPK.Tanggung jawabnya banyak tapi anehnya 3 tahun berturut”.ungkapnya
Berdasarkan pantauan di lapangan seluruh Pekerjaan sudah mengalami kerusakan berlubang,aspal mengelupas yang harus di nikmati Masyarakat,bahkan ada yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak lebih sadis ketika ada yang kehilangan anggota keluarganya.
“Dari pantauan kita banyak dari jalan itu sudah mulai rusak yang pastinya akan merugikan masyarakat kecelakaan tunggal maupun berlawanan yang mengancam ketika pengendara motor.Yang lebih membuat kita sedih kalau ada yang kehilangan nyawa akibat insiden itu.”tuturnya. (As)










