Majalahglobal.com, Mojokerto – Pinjaman kredit di BRI Dawarblandong bermasalah. Hal itu terlihat dari pernyataan pasangan suami istri, Pak Gantar dan Bu Suyati. Mereka berdua merupakan warga Dusun Tali Sudo Desa Gunungan Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Mereka merasa menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh WL yang merupakan Agen BRI Link Dusun Tali Sudo Desa Gunungan Mojokerto dan JW yang merupakan Mantri BRI Mojokerto Unit Dawarblandong.
Gantar menerangkan, awalnya ia pinjam Rp 15 juta ke BRI Dawarblandong dengan jaminan 1 BPKB sepeda motor. Kemudian ditutup, lalu ia pinjam Rp 25 juta ke BRI Dawarblandong dengan jaminan 2 BPKB sepeda motor.
“Kemudian ada PTSL, akhirnya saya punya sertifikat rumah dan sertifikat sawah. Lalu saat saya jaminkan, Pak JW ini keliru mengambil sertifikat sawah saya. Jadi bukan sertifikat rumah saya yang dijadikan jaminan pinjaman Rp 50 juta. Namun anehnya saat pinjaman Rp 50 juta harus menggunakan nama istri saya yakni Bu Suyati padahal kedua sertifikat itu atas nama saya, tapi katanya Pak JW tidak apa-apa,” ungkap Gantar di kediamannya, Senin (23/12/2024).
Pria 58 tahun ini juga menjelaskan sangat dipermudah sekali mendapatkan pinjaman di BRI Dawarblandong. Kalau tidak melalui Bu WL dan Pak JW selalu sulit mendapatkan pinjaman di BRI Dawarblandong. Jadi pinjaman Rp 50 jutanya belum lunas sudah ditutup lalu dipinjami lagi Rp 100 juta. Kemudian ditutup lagi dan dipinjami lagi Rp 150 juta. Kemudian ditutup lagi juga dan dipinjami lagi Rp 200 juta.
“Hingga akhirnya ditutup lagi dan dipinjami lagi Rp 250 juta. Saya merasa pinjaman ini sangat dipermudah karena ada kerjasama Bu WL dan Pak JW. Jadi setiap pencairan itu saya tidak pernah dibayar tunai oleh BRI Dawarblandong. Berkas pinjaman, ATM dan Buku Tabungan juga tidak pernah diberikan ke saya hingga saat ini. Pencairannya juga selalu ditransfer ke rekening Bu WL pemilik Agen BRI Link Dusun Tali Sudo Desa Gunungan,” terang Gantar.
“Dan itupun selalu dicicil pencairannya ke saya, Rp 10 juta, Rp 20 juta hingga akhirnya pas Rp 100 juta untuk saya dan Rp 150 juta untuk Bu WL. Jadi pinjaman yang terakhir Rp 250 juta itu tetap menggunakan jaminan sertifikat sawah saya. Padahal sawah saya harga jualnya hanya Rp 70 juta. Ini yang membuat saya heran. Saya sudah rutin membayar tapi ternyata Bu WL ini tidak membayarkan uang angsuran saya ke BRI Dawarblandong sejak Juni 2024 dan saat ini Bu WL melarikan diri ke Kalimantan. Sementara Pak JW sudah 3 bulan yang lalu posisinya digantikan Pak Jimny,” tegas Gantar.
Saat dikonfirmasi media ini, Pimpinan BRI Cabang Mojokerto, Ryan Kosasih Raharja menerangkan, perkara tersebut sedang dalam proses audit internal BRI.
“Kami tinggal menunggu hasil audit internal BRI nanti seperti apa. Dalam waktu dekat kami akan memberikan edukasi ke Desa Gunungan agar warga Desa Gunungan bisa mengerti penjelasan dari perkara ini,” ungkap Ryan, Selasa (7/1/2025) di Kantor BRI Mojokerto.
Pihaknya berharap masyarakat yang mengajukan kredit bisa langsung ke kantor BRI terdekat. Sesuai prosedur temui customer service dulu hingga nantinya ada pencairan. Termasuk saat pembayaran kredit juga berikan ke Kantor BRI terdekat agar mendapatkan bukti pembayaran kredit.
“Sesuai SOP, harusnya setiap nasabah kredit membawa berkas perjanjian kredit, ATM, dan tabungan. Dan pencairannya diberikan langsung ke nasabah kreditur tanpa melalui perantara lain, serta diberikan penuh sesuai akad pinjaman kredit,” pesan Ryan.
Termasuk soal BRI Mobile Bangking (BRIMo), jangan pernah memberikan data pribadi kesiapapun termasuk kepada pihak BRI.
“Data pribadi itu seperti PIN, password, kode OTP maupun yang lainnya,” ucap Ryan. (Jay/Adv)
