Majalahglobal.com, Mojokerto – Sosialisasi Rencana RDKK Pupuk Bersubsidi Tahun 2025 Bersama Gapoktan dan Poktan se-Kecamatan Dlanggu dihadiri Forkopimca Dlanggu dan Ketua BPP Kecamatan Dlanggu.

Camat Dlanggu Drs. Akhmad Samsul bakri, M.Si. menerangkan, dengan kebijakan pemerintah yang baru agar petani semakin dilindungi dan difasilitasi sehingga peningkatan produksi semakin naik, ia berharap pertanian di Kecamatan Dlanggu maju secara produksi dan pasca produksi.
“Apa yang jadi kebutuhan bisa tercukupi. Selama ini usulan ada standartnya dan bisa ditambah. Kami minta kerjasamanya, jangan sampai ada monopoli, semua keluarga saling membantu, semua keluarga besar kelompok tani Kecamatan Dlanggu yang saling mendukung dan menguatkan,” pesan Camat Dlanggu, Rabu (4/12/2024) di kantor BPP Kecamatan Dlanggu, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto
Kapolsek Dlanggu IPTU Mohammad Khoirul Umam, S.E. M.H. menambahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah menggalakkan dan menggelorakan ketahanan pangan yang harus ditingkatkan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.
“Sehingga Kapolri langsung tancap gas. Polri secara resmi membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan yang pertama, Polri melakukan pendampingan P2B Dan yang kedua, kami melakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan BPP. Dengan pemanfaatan lahan tidur yang tidak produktif bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian,” ucap Kapolsek Dlanggu.
Lebih lanjut dikatakannya, berkat Komunikasi, koordinasi dan kolaborasi pihaknya sudah menemukan lahan tidur di Desa Sumbersono yang sudah 2 tahun tidak ditanami sehingga saat ini pihaknya tanami jagung,
“Kemudian yang ketiga kami melakukan pengawasan distribusi. Mulai pendistribusian bibit, pupuk, pestisida hingga alat mesin pertanian (alsintan). Pengawasan ini dilakukan sampai kepada penggunaan oleh kelompok tani,” jelas Kapolsek Dlanggu.
Yang terakhir, Polri melaksanakan perekrutan personel Polri dengan kompetensi pertanian, perikanan, hingga peternakan.
“Saya berharap dari keluarga petani ada yang ikut seleksi Polri Bakomsus (perikanan, peternakan dan pertanian) karena nanti ada prioritas dalam perekrutan,” papar Kapolsek Dlanggu.
Sementara itu, Ketua BPP Kecamatan Dlanggu, Abdul Mujid Efendi menegaskan, tahun depan sudah hampir dipastikan ada perubahan signifikan terkait alokasi pupuk bersubsidi.
“Menteri digenjot masalah produksi pangan harus meningkat dalam waktu sesingkat-singkatnya. Setiap kegiatan PPL Polri dan TNI selalu ikut untuk bersinergi dengan tujuan produksi pertanian meningkat. Dengan program ini nanti kesejahteraan akan meningkat. Kalau statement dari Menko Pangan, pupuk akan dipangkas pendistribusianya, karena ribetnya birokrasi, harapannya RDKK kita kirim ke kementrian pertanian dan dikirim ke pupuk Indonesia selanjutnya langsung disalurkan ke kelompok tani. Di Pemerintah Desa itu ada dana ketahanan pangan. Mohon agar nanti bisa diawasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa terkait anggaran pendistribusianya,” harap Ketua BPP Kecamatan Dlanggu. (Jay/Adv)










