Majalahglobal.com, Mojokerto – TPS3R Desa Randubango Kecamatan Mojosari terus berinovasi. Hal ini terbukti dengan adanya puluhan kolam lele yang diberi makan maggot setiap harinya.
Kepala Desa Randubango, Wiwit Suhardi menerangkan, setiap hari TPS3R Desa Randubango mengambil sampah dari Dusun Belahan dan Dusun Krembungdumpul. Kemudian besok mengambil sampah dari Dusun Randubango.
“Sampah-sampah tersebut setiap harinya dicacah di TPS3R Desa Randubango. Hasil cacahannya dibawa ke belakang untuk dijadikan makanan maggot. Kemudian untuk residunya dibawa ke TPA Desa Belahantengah,” ungkap Wiwit Suhardi di TPS3R Desa Randubango, Rabu (2/10/2024).
Maggotnya selama pihaknya jual ke pabrik, namun karena pabriknya tutup maka pihaknya membangun kolam lele yang sekarang lelenya sudah berusia 60 hari. Kurang 40 hari lagi baru bisa memanen lele.
“Jadi selama 60 hari ini maggotnya kami manfaatkan untuk makanan lele. Hal ini untuk menekan biaya pembelian sentrat. Untuk menambah gizi, kami memberikan limbah sosis dan limbah es krim untuk makanan lele,” ujar Wiwit Suhardi.
Masih kata Wiwit, untuk biaya operasional TPS3R Desa Randubango membutuhkan biaya Rp 2 juta/minggu. Hal itu digunakan membayar 3 karyawan, solar, listrik, sparepart, dan air mineral.
“Saat ini kami belum mendapatkan pembeli lele, semoga sebelum panen 40 hari lagi kami sudah mendapatkan pembeli lele agar bisa menambah pendapatan asli desa,” harap Wiwit.
Kedepannya, pihaknya berharap bisa membeli mesin pembakar sampah agar hasil residu sampah tidak perlu dikirim ke TPA Desa Belahantengah.
“Jadi sebelum ada maggot, setiap minggunya kami kirim residu sampah ke TPA Desa Belahantengah sebanyak 6 pick up. Namun setelah dijadikan makanan maggot, kita hanya kirim 2 pick up. Semoga kami bisa segera membeli mesin pembakar sampah,” jelas Wiwit. (Jay/Adv)
