Majalahglobal.com, Mojokerto – Al Ustadz Rifky Ja’far Thalib mengisi tausiyah di Masjid Mujahiddin, Jalan Benteng Pancasila Gang Garuda Mas Kota Mojokerto, Selasa (10/9/2024).
Al Ustadz Rifky Ja’far Thalib menerangkan cara menyikapi masalah dalam rumah tangga.
“Saat menjadi orang tua anak perempuan, pastikan anak kita mendapatkan garansi setelah menikah. Caranya dengan tanya calon suaminya apakah dia salat dan bisa mengaji? Lalu tes dia untuk menjadi imam dan membaca Al Quran. Jika bacaannya bagus, latar belakang keluarganya bagus, pengetahuannya bagus serta lingkungannya bagus baru langsung terima,” ungkapnya.
Diterangkannya, nikahkan anakmu dengan orang yang bertakwa kepada Allah dan punya takut kepada Allah.
“Kalau orang tersebut mencintai anak perempuanmu dia akan mencintai anak perempuanmu seperti ratu dan jika dia tidak mencintai anak perempuanmu minimal dia tidak akan dzolim kepada anak perempuanmu,” jelasnya.
Ditambahkannya, jika kita mengambil anak perempuan dari rumah orang tuanya dengan kondisi bahagia maka saat datang ke rumahmu juga harus dalam kondisi bahagia.
“Anak sekarang itu mentalnya tempe, kebanyakan anaknya lebay dan ibunya panikan makanya sering terjadi perceraian dan tidak malu akan aib perceraian serta dianggap biasa saja,” terangnya.
Masih kata Rifky, poin yang penting dalam membangun keluarga adalah memilih pasangan.
“Pilih pasangan itu tidak sembarangan. Sekarang ini orang tua kalah dengan anak. Daripada kabur dari rumah ya akhirnya direstui juga sama orang tuanya,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, ketika masalah rumah tangga muncul padahal awalnya saling mencintai kemudian berpisah itu pasti karena dosa. Baik itu dosa yang dilakukan keduanya atau salah satu.
“Solusinya segera muhasabah. Masalah itu pasti ada penyebabnya. Itulah kenapa dalam rumah tangga perlu dimasukkan takwa. Orang yang di dunia saling mencintai, di akhirat bisa jadi musuh. Karena suami istri tidak amal makruf nahi mungkar. Takwa itu artinya tegak ibadah dan jauh dari maksiat,” terangnya.
Ketika mulai muncul masalah dalam rumah tangga, jalinlah komunikasi. Nabi Muhammad itu istrinya 9. Dalam sehari 2 kali ditemui Nabi Muhammad yakni setelah subuh dan setelah ashar.
“Istrinya Nabi Muhammad mengerti, jika memang Nabi Muhammad sedang sibuk maka semua istri Nabi Muhammad bisa mengerti. Kebanyakan suami istri itu mengandalkan perasaan dan mengabaikan komunikasi. Padahal komunikasi itu penting agar tidak terjadi masalah,” jelasnya.
Selain itu, ketika muncul masalah maka segera buat tenang hatimu dengan salat. Nabi Muhammad itu ketika dikejutkan dengan masalah maka beliau langsung salat.
“Kemudian yang terakhir, carilah penengah dari pihak suami dan istri serta bertaubatlah saat ada masalah,” ucapnya. (Jay/Adv)
