Majalahglobal.com, Mojokerto – Dalam rangka menghadapi bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri. Forkopimda Kota Mojokerto melakukan sidak ketersediaan beras di Gudang Bulog R.A. Basoeni Mojokerto.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro mengatakan, kegiatan ini juga atas dasar seminggu yang lalu pihaknya mendapat laporan bahwa beras premium tidak ada di pasaran atau terjadi kelangkaan.
“Tidak adanya beras premium tersebut terjadi di Indomaret, Alfamart dan Superindo. Hanya Sanrio yang masih ada beras premiumnya. Hal ini dikarenakan Sanrio bisa langsung membeli ke produsen beras tidak seperti Indomaret, Alfamart dan Superindo yang menunggu kiriman dari pusat,” ungkap Ali Kuncoro, Senin (19/2/2024).
Dijelaskannya, data yang pihaknya miliki untuk beras premium di Kota Mojokerto di angka Rp 16.000. Setelah Sekda Kota Mojokerto kemarin sidak, hari ini turun menjadi Rp 15.750.
“Saya akan buatkan surat edaran agar ASN membeli beras premium di Bulog dan nanti akan dikirim door to door. Hal itu adalah pelayanan dari Bulog untuk mencegah panic buying dan menaikkan daya beli masyarakat,” jelas Ali Kuncoro.
Ia menegaskan, jika ada yang menimbun beras, pihaknya meminta Kapolres Mojokerto Kota untuk menindak tegas karena ancaman hukumannya jelas yakni 5 tahun penjara.
“Perlu diketahui, panen raya itu baru terjadi di akhir Maret. Jadi yang saat ini punya gabah kering dijual mahal di pasaran. Sebagai informasi, harga beras premium Bulog adalah Rp 13.900 sedangkan beras medium Bulog adalah Rp 10.900,” ujar Ali Kuncoro.
Lebih lanjut dikatakannya, sekarang sudah tidak jamannya harus makan beras merk ini atau merk itu karena masalah pangan adalah masalah serius yang dihadapi bangsa saat ini.
“Stok beras Bulog di Mojokerto ada sebanyak 3300 ton atau masih aman hingga 6 bulan ke depan. Wilayah kerja Bulog Mojokerto itu meliputi Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Jadi masih sangat aman stok beras di Mojokerto dan Jombang,” jelas Ali Kuncoro. (Jay/Adv)
