Program Sehati dan Sejoli di Balai Desa Kumitir Berlangsung Semarak

Program Sehati dan Sejoli di Balai Desa Kumitir Berlangsung Semarak
Bupati Mojokerto saat memberikan sambutan
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Desa (Pemdes) Kumitir menyambut kehadiran Bupati Mojokerto dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (Sehati) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (Sejoli) yang digelar di Balai Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Selasa (23/1/2024).
Kepala Desa Kumitir saat memberikan sambutan

Kepala Desa Kumitir, Mokhamad Khoirun mengucapkan terima kasih kegiatan Sehati dan Sejoli telah diadakan di Balai Desa Kumitir.

“Semoga masyarakat Desa Kumitir bebas stunting dan lansianya bisa mandiri,” ungkap Kepala Desa Kumitir.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mojokerto yang telah memberikan Bantuan Keuangan (BK) Desa P-APBD 2023 senilai Rp 400 juta.

“BK tersebut kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur area situs Kumitir menuju candi-candi di Desa Temon,” ujar Kepala Desa Kumitir.

Ia berharap Kantor Desa Kumitir yang dibangun sejak 1976 bisa mendapatkan BK Desa P-APBD 2024 untuk memperbaiki Kantor Desa Kumitir.

“Mohon kepeduliannya Ibu Bupati Mojokerto, semoga tahun ini bisa diakomodir. Selain itu jalan di Desa Kumitir ini paling terjelek di Kabupaten Mojokerto padahal di Desa Kumitir sering ada tamu tingkat nasional. Semoga hal ini juga bisa menjadi perhatian Ibu Bupati Mojokerto,” jelas Kepala Desa Kumitir.

Bupati Mojokerto saat memberikan sambutan

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si. memberikan edukasi dan sosialisasi kepada kader posyandu, ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita terkait upaya penurunan stunting dan juga menekan Angka Kematian (AKB) serta Angka Kematian Ibu (AKI) sejak dini.

“Kita terus mengupayakan tidak ada lagi stunting di Indonesia. Agar di tahun 2045 saat menuju Indonesia emas, kita memiliki generasi cerdas yang siap bersaing kedepannya,” harap Bupati Mojokerto.

Bupati menjelaskan bahwa balita yang stunting akan berdampak pada tingkat kecerdasannya saat dewasa. Sehingga pada usia balita saat masa pembentukan otak, ia menekankan jangan sampai kekurangan gizi agar tidak beresiko stunting.

“Balita tidak boleh stunting, tidak boleh kekurangan gizi supaya proses pembentukan otaknya sempurna. Balita yang stunting tingkat kecerdasannya 20% dibawah standart. Agar tidak stunting, setiap makan harus ada zat pembangun seperti telur, daging, ayam, ikan dan susu,” pesan Bupati Mojokerto.

Bupati Ikfina juga memberikan penjelasan untuk kesehatan lansia bahwa lansia harus aktif bergerak dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

”Untuk lansia yang sehat cukup di cek tiga bulan sekali dan satu bulan sekali bagi lansia yang sakit,” tutur Bupati Mojokerto.

Lebih lanjut ia menyampaikan untuk menjaga kesehatan harus dilakukan sejak usia muda dengan menjaga berat badan dan pola makan.

“Untuk kecukupan gizi patokannya adalah Isi piringku terdiri dari nasi sepertiga piring, sepertiga nya sayur tanpa kuah, sisanya sepertiga dibagi 2 yaitu lauk dan sisanya buah. Itu 3 kali makan ya, dan untuk ibu hamil bisa menambah 1 porsi lagi dengan patokan yang sama,” tegas Bupati Mojokerto.

Terkait permohonan BK Desa di Desa Kumitir, insha Allah ada BK Desa untuk perbaikan Kantor Desa Kumitir di tahun 2025.

“Jadi di tahun 2025 kita mempunyai program percepatan desa dan percepatan lapangan kerja di Kabupaten Mojokerto,” pungkas Bupati Mojokerto.

Kepala Desa Kumitir saat memberikan sambutan

Kepala UPTD Puskesmas Jatirejo, dr. Irsyad Herminofa menambahkan, tidak ada angka stunting di Desa Kumitir. Bahkan di Kecamatan Jatirejo juga tidak ada angka stunting.

“Kemudian untuk jumlah lansia Mandiri di Desa Kumitir ada 100 lebih,” ujarnya. (Jay/Adv)

Exit mobile version