Anies Sebut Belanja Alutsista Jangan Berdasarkan Selera, tapi Kebutuhan Masa Depan

Anies Sebut Belanja Alutsista Jangan Berdasarkan Selera, tapi Kebutuhan Masa Depan
Anies Sebut Belanja Alutsista Jangan Berdasarkan Selera, tapi Kebutuhan Masa Depan

JAKARTA, majalahglobal.com – Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan menyebut belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) sudah seharusnya jangan berdasarkan selera. Menurutnya, belanja alutsista juga tidak melulu berdasarkan prevelensi masa lalu, tetapi harus merepresentasikan dalam menghadapi ancaman masa depan. “Jadi bukan memutuskan untuk belanja alutsista berdasarkan selera, dan berdasarkan prevelensi masa lalu, tapi justru harus mencerminkan kebutuhan masa depan, inilah yang menurut kami penting,” kata Anies dalam debat ketiga pemilihan presdien (pilpres) 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Anies menegaskan bahwa anggaran pertahanan memang perlu ditingkatkan. Namun, hal ini jangan sampai keliru karena ancaman keamanan nasional juga mengalami pergeseran.

Oleh karena itu, dalam pengadaan alutsista perlu adanya strategi supaya kekuatan pertahanan negara berjalan optimal. “Ya anggarannya perlu kita tingkatkan, tapi jangan keliru, ancamannya juga mengalami pergeseran. Jadi itulah sebabnya mengapa kita melihat perlunya ada strategi yang baik supaya apa? Supaya kekuatan yang kita miliki supaya bekerja dengan optimal, tidak sia-sia,” tegas Anies.

Baca Juga :  Muhammad Nuh: Indonesia Menempati Peringkat 115 dari 180 Negara Terkait Upaya Pemberantasan Korupsi

Selain itu, Anies menilai bahwa Indonesia memerlukan pertahanan yang sesuai dengan ancaman nyata yang ada di depan mata.

Dalam konteks ini, Anies menyebut ancaman tersebut tidak hanya dirasakan oleh prajurit yang bertugas di daerah perbatasan teritorial. Tetapi, lanjut dia, masyarakat secara umum juga dihadapi ancaman dengan maraknya praktik judi online hingga peretasan. “Ancaman ini dirasakan oleh siapa? dirasakan bukan saja di batas-batas teritorial, tapi juga di keluarga, bagaimana ancaman atas penipuan online, bagaimana ancaman atas peretasan, bagiamana ancaman atas judi online, bagaimana ancaman terorisme, itu semua membutuhkan perhatian,” imbuh dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *