Langka dan Hanya Ada di Kalimantan, Hewan Ini Mirip Naga dan Tak Punya Telinga

Langka dan Hanya Ada di Kalimantan, Hewan Ini Mirip Naga dan Tak Punya Telinga
Langka dan Hanya Ada di Kalimantan, Hewan Ini Mirip Naga dan Tak Punya Telinga

Jakarta, majalahglobal.com – Para peneliti baru-baru ini telah mulai mengungkap misteri kehidupan samar biawak yang unik, yang ditemukan di hutan hujan dataran rendah Kalimantan. Nama resminya adalah biawak tanpa telinga (Lanthanotus borneensis), makhluk reptil yang mengundang keterkaguman dengan keunikan dan kelangkaannya. Habitatnya terletak di dekat aliran sungai, menjadikannya sebagai makhluk yang terkait erat dengan ekosistem hutan hujan yang kaya dan beragam di pulau Kalimantan. Penelitian mendalam mengenai spesies ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mereka beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan yang khas.

Langka dan Hanya Ada di Kalimantan, Hewan Ini Mirip Naga dan Tak Punya Telinga
Langka dan Hanya Ada di Kalimantan, Hewan Ini Mirip Naga dan Tak Punya Telinga

Salah satu ciri mencolok dari biawak tanpa telinga adalah kebiasaannya memakan cacing tanah, kepiting, dan ikan. Pola makan ini memberikan gambaran tentang peran ekologisnya dalam rantai makanan hutan hujan dataran rendah. Meskipun bukan pemangsa besar, keberadaannya memberikan dampak signifikan pada ekosistem setempat. Penemuan makanan yang unik ini menjadi salah satu elemen menarik yang mendorong para peneliti untuk mengeksplorasi lebih lanjut perilaku dan adaptasi biawak ini.

Baca Juga :  Gabungan Ormas Hindu Ajak Masyarakat Hormati Hasil Pemilu 2024

Pentingnya biawak tanpa telinga tidak hanya terbatas pada aspek biologisnya. Makhluk ini telah mendapatkan julukan istimewa dalam dunia herpetologi – ilmu yang mempelajari reptil dan amfibi. Biawak tanpa telinga dijuluki “Cawan Suci” oleh para ahli herpetologi karena kelangkaannya yang memikat dan ketidakbiasaan bentuknya yang menyerupai naga. Nama panggilan ini mencerminkan kekaguman dan penghargaan terhadap keberadaan makhluk langka ini di dunia reptil dan amfibi.

Dalam konteks ini, penelitian lebih lanjut tentang biawak tanpa telinga tidak hanya membawa kontribusi ilmiah yang berharga, tetapi juga menggugah rasa ingin tahu dan kekaguman terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. Berikut pembahasannya dirangkum dari livescience.com! (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *