Proyek Pengentasan Kawasan Kumuh Yang Dikerjakan Dinas Perkim, Ditinjau Pj. Bupati Sugiat

Pj Bupati Jombang saat melakukan sidak ke salah satu proyek DAK Integrasi yang dikerjakan Dinas Perkim Jombang di Desa/Kecamatan Jombang (Achmad RW/Radar Jombang)
Pj Bupati Jombang saat melakukan sidak ke salah satu proyek DAK Integrasi yang dikerjakan Dinas Perkim Jombang di Desa/Kecamatan Jombang (Achmad RW/Radar Jombang)

JOMBANG, majalahglobal.com – Pj Bupati Jombang Sugiat meninjau proyek DAK Integrasi untuk pengentasan kawasan kumuh yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang di Desa/Kecamatan Jombang pada Selasa (12/12/2023).

Dinas perkim memastikan, seluruh pekerjaan berjalan tanpa kendala.

Pj Bupati Sugiat didampingi asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang Purwanto, Kepala Dinas Perkim Agung Hariadi serta sejumlah kepala OPD lainnya.

”Semua kegiatan sesuai dengan harapan kita, baik RTLH, drainase, jalan lingkungan sampai saluran air limbah dan pembuatan jaringan air bersih,” ungkap Agung Hariadi.

Untuk pembangunan RTLH misalnya, dari 113 titik rumah yang mendapat bantuan, hingga kini seluruhnya sudah siap digunakan.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Apresiasi Turnamen Bola Voli Piala Bupati 2024

”Pekan depan sudah selesai semua untuk rehab RTLH,” imbuhnya.

Begitupun untuk pembangunan sanitasi komunal, normalisasi Kali Bacin, dan pembuatan saluran drainase, seluruhnya telah 100 persen rampung.

”Untuk jalan cor, kami mulai laksanakan setelah RTLH rampung nanti, jadi seluruh ruas yang sudah ditentukan akan mulai dirigid,” rincinya.

Selain itu, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPAL DS) di Desa Jombang dan Desa Candimulyo juga hampir rampung.

Begitupun pekerjaan jalan lingkungan. ”Yang SPAL DS tinggal 1-3 titik saja, jalan lingkungan juga sudah 75 persen,” lontarnya.

Begitupun untuk program pembuatan saluran air bersih, Agung menjelaskan progresnya kini tinggal melanjutkan pengecoran reservoir atau penampung air dan menara.

Baca Juga :  262 Relawan Kabupaten Mojokerto Dapat Penghargaan Atas Kesigapan Tangani Kebencanaan

”Jumat (15/12) itu mengecor terakhir. Setelah itu glass steel dipasang di reservoir air, dan barangnya sudah datang semua,” pungkasnya. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *