Mampu Membawa Sidoarjo Menjadi Cemerlang, SMPN 2 Balongbendo Ciptakan Sekolah Adiwiyata

Area Lingkungan Sekolah SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo
Area Lingkungan Sekolah SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Sidoarjo, majalah global.com – SMPN 2 Balongbendo yang terletak di Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, terletak jauh dari pusat kota Sidoarjo, tidak membuat para dewan guru patah semangat, untuk bisa menciptakan sekolah terus berkarya membawa nama baik SMPN 2 Balongbendo dan bisa di ingat oleh seluruh lapisan masyarakat, teruntuk di dunia pendidikan. Sekolah ini mampu menciptakan sekolah Adiwiyata, dan segudang prestasi yang mampu mendongkrak Kabupaten Sidoarjo menuju Cemerlang.

 

Jurnalis media majalahglobal.com mendatangi instansi tersebut, mengupas lebih dalam karya- karya didalamnya, dan disambut baik oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Balongbendo, Totok Suhaeri, S.Pd., M.Pd., yang juga didampingi oleh Drs. Sigit Widiyanto dan Mamik Masfufatin, S.Pd., Senin (20/11/2023).

Jurnalis media majalah global.com Bersama Dengan Kepala Sekolah SMPN 2 Balongbendo Totok Suhaeri, S. Pd., M. Pd., Dan Juga Didampingi Oleh Drs. Sigit Widiyanto dan Mamik Masfufatin, S. Pd.

Kepala Sekolah Totok Suhaeri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, kepada media ini ucapan terimakasih atas kedatangan dan sangat terbuka sekali memberikan ruang untuk bisa melihat kondisi dan situasi secara langsung sekolah SMPN 2 Balongbendo, dimana mungkin bisa berbagi motivasi untuk instansi – instansi yang lain,” ungkapnya.

Situasi Kelas SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Kepala Sekolah Totok Suhaeri, S.Pd.,M.Pd., juga memaparkan, bahwa One School One Innovation, dimana 1 sekolah mempunyai 1 inovasi selain berakhlak mulia, berIptek dan berwawasan lingkungan,” paparnya.

Area Green School di SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Area lingkungan sekolah dirubah menjadi Adiwiyata, terlihat dengan teduh, sejuk saat kita menelusuri area lingkungan sekolah SMPN 2 Balongbendo. Inilah yang diciptakan suasana Green School.

Ciptakan Green School di area SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Berawal dari seorang guru seni rupa, Drs. Sigit Widiyanto atau biasa di panggil Pak Sigit, kesenangan menanam bunga adalah salah satu hobbinya dirumah, kecintaan terhadap lingkungan membuat guru seni rupa mulai menanam berbagai jenis tanaman hias di sekolah. Setelah mengajar tak lupa ia menyiram tanaman/ bunga-bunga yang sudah berkembang, hingga saat ini.

Team Green School Yang Terdiri Dari 7 Siswa Kelas 9 B ( Rizki, Evan Ega, Evan Surya, Rizal, Sultan, Lorenzo, dan Dida), Saat di Wawancara Oleh Jurnalis Media majalah global.com

Tidak hanya berhenti sampai disitu, dengan berkembangnya tanaman hias disekolah Drs. Sigit Widiyanto dan juga Nindianingsih, S.Pd., M.Pd., mencoba untuk membudidayakan tanaman yang ada di sekolah dan juga membuat wirausaha, yang tadinya hobbi bisa menjadi hoki.

Team Green School di SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Nindianingsih, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pada awalnya sekolah kami mengikuti pengembangan dari Program Adiwiyata Kabupaten, kita buat penghijauan yang dikelola oleh Drs. Sigit Widiyanto sebagai penanggung jawab, dan pada saat itu adalah masa- masa pandemi, banyak luang waktu dan pembelajaran murid – murid secara daring, maka kita punya ide yaitu memanfaatkan lahan kosong disekolah yang semula lahan untuk buangan sampah kita gunakan green school,” terangnya.

“Dari koleksi tanaman hias, seperti tanaman gantung dan juga berbagai jenis tanaman hias yang lainnya, akhirnya kita buat untuk membuka wirausaha, selain tanaman hias yang kita jual, media tanaman seperti pupuk kita juga menyediakannya,” imbuh guru kelas mata pelajaran IPA yang biasa di panggil Nindy.

Ada team green school yang terdiri dari 7 siswa kelas 9 B diantaranya adalah Rizki, Evan Ega, Evan Surya, Rizal, Sultan, Lorenzo dan Dida.

Team yang terdiri dari 7 siswa juga membuat media tanaman seperti pupuk kompos, dimana diolah menjadi media tanaman yang harganya sangat terjangkau sekali.

Salah satu team menyampaikan kesan pertamanya saat mendapatkan bimbingan, bagaimana cara membuat pupuk kompos dan ini merupakan ilmu untuk kita bisa berwirausaha nantinya,” terang Rizal.

“Banyak pengalaman yang kita dapatkan mulai dari melakukan pembibitan, mengolah pupuk, menyirami bunga, membuat biopori, hingga ke packing pupuk, dan kita lakukan semua dengan senang dan tanpa beban,” ungkap Dida salah satu team green school.

Harga pupuk kompos senilai Rp.5000,- dan aneka jenis tanaman dari harga Rp.30.000,- hingga Rp. 45.000,-.

Berharap tidak hanya sampai disini untuk menciptakan green school di SMPN 2 Balongbendo, tetapi berharap tetap berkelanjutan dan semua warga sekolah juga ikut mencintai green school.

*Guru Seni Rupa adalah Guru Idaman Bagi siswa-siswi SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo*

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa yang berfokus pada kegiatan melukis. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari obyek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu.

Guru Seni Rupa Drs. Sigit Widiyanto Bersama Dengan Muridnya Yang Berbakat Menggambar/ Melukis

Mei Lisa kelas 7 B mengungkapkan, “Mata pelajaran seni rupa adalah mata pelajaran favorit saya, karena dari dulu saya suka menggambar, awal kelas 6 SD saya mulai suka menggambar dan berharap nanti bisa menjadi seniman terkenal seperti Yoes Wibowo,” ungkapnya dengan rasa bahagia saat diwawancarai di ruang Perpustakaan SMPN 2 Balongbendo.

Hal yang sama diungkapkan oleh Riska Ramadhani kelas 8 B, mengungkapkan bahwa dengan perasaan senang saat menerima pelajaran seni rupa, dan teknik- teknik yang diajarkan beliau menambah ilmu bagi saya, menarik dan saya suka,” ungkapnya.

Karya Menggambar Mei Lisa Kelas 7 B dan Riska Ramadhani Kelas 8 B

“Di sini saya menggambar ada beberapa binatang seperti anjing, kelinci, ikan, ular, burung, kucing, dan kupu-kupu,” imbuhnya.

Drs. Sigit Widiyanto adalah guru seni rupa SMPN 2 Balongbendo, dengan kesabaran dan keuletan, beliau sangat dikagumi murid- muridnya. Sudah beberapa kali karya lukisnya dipamerkan di rumah budaya Kabupaten Sidoarjo, bahkan karya lukis muridnya sudah membumi dan terkenal di luar negeri.

Beberapa Karya Lukis Siswa/Siswi Yang Dipajang di Dinding SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Sebut saja Yoes Wibowo murid didiknya yang hingga saat ini masih terus berkarya dengan seni lukis dan baru saja beberapa bulan ini mengadakan pameran bersama.

Inilah yang menjadi motivasi murid-murid SMPN 2 Balongbendo, bagi anak-anak yang berbakat di seni lukisnya/ menggambar akan dibimbing olehnya.

“Di SMPN 2 Balongbendo ada beberapa siswa yang mempunyai bakat melukis dan itu sudah mulai tampak kelihatan,” ungkap Sigit.

Beberapa Karya Lukis Siswa/Siswi Yang Dipajang di Dinding PerpustakaanSMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

“Pertama kali saya suruh gambar 1 obyek, setelah saya lihat ada beberapa obyek yang tidak perlu, karena itu akan membuat sebuah gambar tidak fokus,” imbuhnya.

“Saya berkeinginan anak-anak bisa mengikuti lomba di Jakarta, semoga bisa, dan nantinya bisa membawa SMPN 2 Balongbendo ikut nama yang baik, dan saya ingin karya mereka bisa berkembang tidak hanya di daerah saja,” terangnya.

*Kain KaliPena dengan teknik Shibori merupakan icon dari SMPN 2 Balongbendo*

Batik dan Shibori merupakan dua hal yang berbeda. Batik bukan Shibori, dan Shibori juga bukan Batik. Shibori pun tidak boleh disebut batik karena tidak terdapat proses membatik dalam Shibori.

Murid-murid Membuat Kain KaliPena dengan Teknik Shibori SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Murid -murid SMPN 2 Balongbendo, mendapatkan tambahan pelajaran yaitu membuat kain KaliPena dengan teknik Shibori, yang di bimbingan oleh Mamik Masfufatin, S.Pd., kreatifitas anak-anak yang bisa mengekspresikan melalui warna yang dia suka dengan teknik mencelup.

Murid-murid Membuat Kain KaliPena dengan Teknik Shibori SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Di dalam ruangan kelas dimana beliau mengajar, Mamik Masfufatin, S.Pd., memaparkan bahwa memotif kain dengan teknik batik memang prosesnya panjang dan cukup rumit, namun rumitnya proses ini menghasilkan kain yang bernilai seni tinggi,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo Beserta Dewan Guru Membentangkan Kain Shibori

“Batik merupakan budaya Adi luhung Bangsa Indonesia. Hampir setiap daerah mempunyai motif khas, misalnya di Kabupaten Sidoarjo, diantara motif khasnya adalah udang bandeng, manuk merak, manuk cipret, kupu-kupu, beras Utah, kembang bayem, kembang tebu, dan lain-lain,” imbuhnya.

Beberapa Karya Kalipena Dari Kain Shibori

Semua putra/putri SMPN 2 Balongbendo sangat antusias sekali ketika mendapatkan materi bagaimana cara membuat kain KaliPena dengan teknik Shibori, mayoritas mereka menyampaikan bahwa ini adalah pengalaman pertama.

“Sangat keren sekali, saya suka awalnya rumit karena memang ini adalah pengalaman pertama saya, tetapi setelah mendapatkan bimbingan dari Bu Mamik saya bisa membuat kain KaliPena dengan teknik Shibori yaitu dengan teknik mencelup, dan ini sangat seru,” ungkap Elvina Laila Nur Amalia.

Mamik Masfufatin, S.Pd., Saat Memberikan Bimbingan Kepada Muridnya Untuk Membuat Kain KaliPena Dengan Teknik Shibori

“Saya juga senang membuat kain KaliPena dengan Teknik Shibori, dan ini adalah pengalaman pertama saya, membuat kain KaliPena dengan teknik Shibori  yaitu dengan cara mencelup, melipat, dan kita lakukan sendiri dengan bimbingan beliau, dan bisa memakai dari karya sendiri,” imbuh Muhammad Helmi Fajar Nur Prambudi atau biasa di panggil Fajar.

Elvina Laila Nur Amalia Dan Mohammad Helmi Fajar Nur Saat Diwawancarai Oleh Jurnalis Media majalah global. com

Semua motif batik mempunyai makna dan filosofi tersendiri, seperti udang bandeng menjadi motif khas karena Sidoarjo merupakan penghasil udang dan bandeng yang sekaligus menjadi lambang Kabupaten Sidoarjo. Motif beras Utah karena produksi beras di Kabupaten Sidoarjo melimpah, dan masih banyak lagi filosofi dari motif batik Sidoarjo lainnya.

“Meski demikian ada teknik memotif yang tidak dapat kita tolak kehadirannya yaitu dengan teknik Shibori. Teknik ini sangat sederhana, tidak butuh waktu khusus dan juga tidak butuh tempat khusus, dengan kata lain kapan saja dan dimana saja teknik ini bisa dikerjakan. Prosesnya bikin penasaran dan hasilnya surprise adanya,” papar Mamik kepada media ini.

Saat ini di sekolah – sekolah jenjang SMP di Kabupaten Sidoarjo, teknik Shibori mulai tumbuh subur sebagai hasil dari workshop tentang teknik Shibori yang digagas dan di selenggarakan oleh MGMP seni budaya SMP Kabupaten Sidoarjo tahun lalu. Semua tak lepas dari upaya guru guru seni untuk menerapkan hasil workshop tersebut.

Bagi peserta didik, Shibori merupakan teknik memotif kain yang kekinian dan praktis sehingga mereka menyukai dan berhasrat untuk mempraktekkan. Alhasil jadilah motif yang unik dengan paduan warna yang menarik.

Di SMPN 2 Balongbendo peserta didik sudah dapat membuat seragam khas sekolah dengan teknik Shibori, namanya seragam Kalipena. Mereka membeli bahan kemudian di bimbing melipat, mengikat dan mewarna. Dilanjutkan finishing kemudian dijahitkan dan hasilnya digunakan pada hari yang ditentukan sekolah.
Keren….
Benar-benar hebat…!!!

Karya Kain Shibori Siswa/siswi SMPN 2 Balongbendo Sidoarjo

Kalipena sukses di Kabupaten Sidoarjo dan berharap Kalipena SMPN 2 Balongbendo bisa sukses diluar Jawa Timur dan bisa membawa nama cemerlang Kabupaten Sidoarjo, kedepan Kalipena akan mengikuti Pameran yaitu dengan tema “Gelar Budaya Kebangsaan dan UMKM untuk Pemilu Damai”, tepatnya di Pagelaran Keraton Surakarta Hadiningrat”, pada tanggal 15 – 17 Desember 2023. (Ldy)

Exit mobile version