Komunitas Bangku Kelas Part Dua, Gelar Pembukaan Pameran Seni Rupa Bersama, “Berhenti Tengok Kanan Kiri”, Yang Diselenggarakan di Sidoarjo Berlangsung Khidmat

Komunitas Bangku Kelas Part Dua, Gelar Pembukaan Pameran Seni Rupa Bersama, "Berhenti Tengok Kanan Kiri", Yang Diselenggarakan di Sidoarjo Berlangsung Khidmat
Komunitas Bangku Kelas Part Dua, Gelar Pembukaan Pameran Seni Rupa Bersama, "Berhenti Tengok Kanan Kiri", Yang Diselenggarakan di Sidoarjo Berlangsung Khidmat

Sidoarjo, majalah global. Com – Terselenggaranya pembukaan pameran seni rupa bersama, “Berhenti Tengok Kanan Kiri”, adalah sebuah kolaborasi karya perupa antara murid dan guru, dimana saling mensupport dan mengisi satu sama lain, diselenggarakan di Rumah Budaya Malik Ibrahim, Jl. Malik Ibrahim 39 Sidoarjo, pada pukul 19.00 wib – selesai, Minggu (22/10/2023).

Komunitas Bangku Kelas Part Dua, Gelar Pembukaan Pameran Seni Rupa Bersama, “Berhenti Tengok Kanan Kiri”, Yang Diselenggarakan di Sidoarjo Berlangsung Khidmat

Dihadiri beberapa komunitas senirupa yang ada di Sidoarjo, salah satunya adalah Sentot Usdek, dan juga penulis Lucky Childa Pratama, 5 perupa (Anang Prahara, Anggi Heru, Dien Kuda, Sigit Widiyanto, Yoes Wibowo).

Suasana Teduh, Jurnalis Media Majalah global Bersama Dengan 5 Pelaku Seni Rupa Dan Komunitas Seniman Yang Ada di Sidoarjo

Pembukaan pameran berlangsung pada tanggal 22 -27 Oktober 2023, dan Galery Buka pada pukul 11.00 wib – 21.00 wib, dan dibuka oleh Satria Gamau Rakantaseta.

Dari pembukaan pameran seni rupa yang bertemakan “Berhenti Tengok Kanan Kiri”, adalah sebuah keunikan bagi sang penulis Lucky Childa Pratama, bahwa Ekspansi Utopis Dalam Tubuh Seniman, memberikan sebuah komentar bahwa Seni adalah kebohongan yang mengantarkan kita pada kebenaran, hal ini mengantarkan pada semua peristiwa bagaimana seni dirumuskan meski sepanjang sejarah estetika terbukti memiliki pemahaman yang imajiner dan lugas pada setiap personal,” paparnya.

Ketua Komunitas Bangku Kelas, Sigit Widiyanto sekaligus guru seni rupa dari SMPN 2 Balongbendo menyampaikan bahwa munculnya bangku kelas ini adalah kolaborasi karya ketiga guru dan dua karya murid, yang bersama- sama kita pamerkan, dimana pameran ini bisa mengapresiasikan kepada murid- murid didik kita untuk terus berkarya melalui seni lukis dan bisa eksis bersama dengan karya gurunya,” terangnya.

“Saya dan pelaku seni rupa tidak banyak bercerita atau banyak bicara, tidak hanya memerintah kepada murid untuk membuat karya, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak didik bahwa karya-karya guru yang berprestasi bisa eksis untuk berkarya dan bisa bersama-sama membuat pameran seni rupa bersama muridnya,” imbuhnya.

Yoes Wibowo adalah salah satu murid didik dari seorang guru perupa Sigit Widiyanto yang karya lukisnya sudah banyak dikenal di Sidoarjo bahkan di manca negara, menyampaikan kepada media ini bahwa terbentuknya pameran ini adalah penyemangat untuk semua, mengundang orang-orang terdekat untuk bisa berkembang dan juga sama-sama belajar untuk bisa berkarya bersama dengan karya-karya kita atau bahkan bisa menambah pengalaman dan unek-unek karya itu bisa tersampaikan, dan yang membuat saya bangga adalah saya bisa berpameran dengan karya guru saya, ini yang menurut saya unik,” ungkapnya.

Ungkapan yang bahagia juga dirasakan dan disampaikan oleh Anggi Heru guru seni rupa dari SMPN 2 Porong, rasa bahagia yang diungkapkan atas terwujudnya pameran ini, dan bangku kelas sendiri juga mempunyai tujuan yang sederhana, bahwa siswa itu tidak hanya melihat karya gurunya dari browsing tetapi bisa melihat secara langsung dan bisa hadir dalam pembukaan pameran ini, dan berharap pameran karya seni lukis ini, tetap berkelanjutan dengan menampilkan maha karya dari guru dan murid,” tutupnya. (Lidya)

Exit mobile version