Majalahglobal.com, Mojokerto – UPN Veteran Surabaya mengadakan Program Abdi Desa di Balai Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Kepala Desa Terusan, H. Eko Edi Sutarno, S.H. menyampaikan, hari ini ada sosialisasi dan penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dan pupuk kompos yang sangat dibutuhkan dalam pertanian.
“Harga pupuk sekarang itu mahal dan langka. Sosialisasi hari ini merupakan solusi bagi kita semua. Kolaborasi petani dengan mahasiswa itu sangat penting,” terang H. Eko Edi Sutarno, S.H. di Balai Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (13/10/2023).
Ia berpesan, semoga dengan kegiatan sosialisasi ini, ilmu yang ditularkan bisa berkelanjutan. Kalau ada kesulitan bisa saling berbagi ilmu nantinya dengan saling bertukar nomor telepon.
“Selain acara sosialisasi pembuatan pupuk hari ini, besok Sabtu jam 8 pagi juga ada sosialisasi pengendalian gulma jagung dan penyakit keriting cabai. Selain itu, besok juga ada sosialisasi inovasi produk dan pemasaran komoditas pertanian,” ungkap Kepala Desa Terusan.
“Kemudian yang terakhir, pada hari Minggu jam 6 pagi ada Bazar Abdi Desa 2023,” tambah Kepala Desa Terusan.
Camat Gedeg Mohammad Taufiqurrohman, S.S.T.P., M.M. menambahkan, pihaknya menyambut baik kegiatan seperti ini. Dan memang perlu kolaborasi antara dunia pendidikan dengan yang ada di lapangan.
“Saat ini masalah pangan ini menjadi masalah yang begitu krusial sehingga menimbulkan inflasi dan bukan hanya di Indonesia tapi juga di seluruh penjuru dunia,” jelas Camat Gedeg.
Ia berharap, mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat bagi petani agar petani tidak putus asa. Kalau semuanya bekerja di perusahaan, siapa yang menjadi petani.
“Saya juga berharap pada mahasiswa ini yang mungkin sekarang inginnya kerja kantoran bisa beralih menjadi petani. Kembali ke sawah dan kembali ke desa,” pesan Camat Gedeg.
Lebih lanjut dikatakannya, Indonesia dulu merupakan negara pengekspor beras bukan pengimpor beras seperti saat ini.
“Mari sama-sama semangat mengembalikan swasembada pangan di negera kita sendiri,” harap Camat Gedeg.
Wakil Dekan III Fakultas Pertanian UPN Veteran Surabaya, Dr. Ir. Maroeto, M.P. menjelaskan, pupuk organik cair (POC) berguna untuk membuat tanaman tumbuh subur karena mendorong pembentukan zat klorofil pada daun dan pembentukan bintil akar bagi tanaman polong-polongan.
“Selain itu, pupuk organik cair juga kaya akan kalium yang sangat dibutuhkan dalam proses keberlangsungan hidup tanaman. Menariknya lagi, POC cukup mudah untuk dibuat di rumah,” papar Maroeto.
Bahan dan alat membuat pupuk organik cair :
1. Sebutir telur ayam
2. Molase atau gula jawa 100 ml
3. EM4 200 ml
4. Air kelapa 1 liter
5. Ember
6. Toples atau wadah kedap udara
Cara membuat pupuk organik cair :
1. Pecahkan telur ayam ke dalam ember, kemudian kocok hingga kuning dan putih telurnya menyatu.
2. Selanjutnya tambahkan molase atau tetes tebu sebanyak 100 ml. Kamu juga bisa mengganti molase dengan gula jawa yang sudah dicairkan. Kembali aduk agar bahannya tercampur merata.
3. Masukkan 200 ml EM4 agar proses fermentasi pupuk organik cair lebih cepat. Aduk-aduk lagi campuran bahan-bahan tersebut.
4. Kemudian tambahkan 1 liter air kelapa dan aduk hingga tercampur sempurna. Bila di rumah tidak ada air kelapa, kamu bisa menggantinya dengan air bekas cucian beras.
5. Lanjut, ambil toples yang tadi sudah kamu siapkan. Masukkan campuran tersebut ke dalam toples dan tutup rapat agar udara tak masuk. Meski begitu, kamu bisa membukanya sesekali untuk mengurangi gas pada pupuk.
6. Simpan pupuk cair di tempat gelap selama 2 minggu agar proses fermentasi berhasil. Bila sudah tak ada busa dan baunya segar seperti tapai, berarti proses fermentasi telah selesai.
Cara menggunakan pupuk organik ini juga mudah. Kamu hanya perlu melarutkan 100 ml pupuk organik cair (POC) ke dalam 4 liter air.
Setelah diaduk hingga merata, tuangkan pupuk ini sekitar 300 ml ke tanah atau media tanam. Kamu bisa melakukan pemberian pupuk organik cair setiap satu minggu sekali.
Sekarang kita beralih ke pupuk kompos. Ada 7 cara membuat kompos dari sampah organik.
Kompos adalah jenis pupuk organik yang bahan bakunya berasal dari limbah tanaman dan hewan. Dalam prosesnya, cara membuat kompos dilakukan dengan menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup.
Pupuk kompos umumnya aman digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Selain menyediakan nutrisi yang baik bagi tanaman, kompos juga dapat memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah. Hal ini dapat menyebabkan tanah menjadi lebih gembur.
Kompos sebenarnya dapat terjadi secara alami, tetapi membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk mempercepat prosesnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat kompos.
Cara Membuat Kompos :
1. Mengumpulkan Sampah Organik
Langkah pertama dalam pembuatan pupuk kompos adalah mengumpulkan sampah organik. Pastikan Anda memisahkan sampah organik dari sampah anorganik.
Biasanya, pemisahan dilakukan apabila bahan baku kompos berupa sampah dari pasar tradisional atau sampah dari permukiman, karena material organiknya masih bercampur dengan material yang lain.
Sampah organik yang dapat digunakan untuk pembuatan kompos meliputi sisa-sisa sayuran segar yang tidak dimasak, buah-buahan yang sudah busuk, daun-daunan, dan lain sebagainya.
2. Proses Pencacahan
Setelah mengumpulkan sampah organik, langkah berikutnya adalah melakukan pencacahan. Sampah organik yang berukuran besar, seperti dedaunan yang masih menempel di ranting, perlu dilakukan pencacahan terlebih dahulu.
Pencacahan bertujuan untuk membuat sampah organik menjadi lebih halus. Untuk melakukan pencacahan, potong sampah organik menjadi ukuran lebih kecil atau sekitar 1-2 cm.
3. Proses Pencampuran
Selanjutnya, Anda perlu mencampurkan berbagai jenis bahan organik yang sudah dicacah tersebut. Pencampuran bahan diperlukan untuk membuat limbah yang beraneka ragam menjadi bahan yang homogen atau tercampur merata.
Proses pencampuran ini juga berfungsi menjaga kelembapan dan tingkat porositas kompos agar lebih ideal sehingga proses pengomposan berlangsung cepat.
4. Menutup Rapat Tempat Penyimpanan
Tempatkan sampah organik yang sudah dicampur di wadah yang tertutup rapat dan kedap udara. Udara dapat membuat proses pembusukan jadi tidak berjalan sempurna, sehingga penting untuk menjaga agar wadah tersebut tertutup rapat.
5. Proses Pendiaman
Setelah ditumpuk di dalam wadah, diamkan tumpukan sampah organik tersebut selama beberapa hari hingga terjadi pembusukan.
Untuk mempercepat proses pembusukan, Anda bisa menggunakan larutan EM4. Hal ini juga berlaku ketika Anda menambahkan sampah baru ke dalam wadah, pastikan untuk menambahkan larutan EM4 agar proses pembusukan berjalan lebih baik dan merata.
Jika tidak memiliki larutan EM4, Anda bisa menunggu sampah tersebut membusuk secara alami, meskipun ini memerlukan waktu yang lebih lama.
6. Tunggu Selama 2-3 Minggu
Biarkan pupuk tersebut diam selama 2-3 minggu untuk memastikan pembusukan yang sempurna. Sejumlah mikroorganisme mulai menguraikan senyawa kimia yang dikandung oleh sampah organik menjadi lebih sederhana.
Selama periode ini, kamu harus mengaduk pupuk dalam wadah pengomposan setiap 3 hari sekali. Proses pengadukan bertujuan mempercepat proses pengomposan.
Selain mengaduk, kamu juga perlu melakukan penyiraman apabila pupuk terlalu kering atau kelembapannya kurang dari 40-60%. Penyiraman ini dapat dilakukan kapan saja saat tumpukan pupuk terlihat kurang lembap.
7. Pemanenan
Setelah 2-3 minggu masa pengomposan, biasanya limbah organik telah menjadi kompos matang. Pada fase ini, pupuk kompos sudah dapat dipanen dan digunakan untuk keperluan pertanian. (Jay/Adv)
