Pemdes Kalipuro Dapat Pokir Rp 650 Juta dari Hj. Rupiatin, S.H.

Pemdes Kalipuro Dapat Pokir Rp 650 Juta dari Hj. Rupiatin, S.H.
Papan Proyek Jalan Lingkungan Dusun Sidomukti Desa Kalipuro
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalipuro mendapatkan Dana Pokir dari Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Hj. Rupiatin, S.H.
Kepala Desa Kalipuro (Kanan) didampingi Ketua TPK Desa Kalipuro

Kepala Desa Kalipuro, Sugeng Santoso menerangkan, Dana Pokir dari Ibu Rupiatin senilai 650 juta pihaknya gunakan untuk rabat beton Jalan lingkungan di Dusun Sidomukti.

 

“Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memperlancar ekonomi masyarakat,” ungkap Sugeng Santoso, Jumat (6/10/2023) di Kantor Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

 

Pihaknya mengaku, sudah dua kali ini, Pemerintah Desa Kalipuro mendapatkan Dana Pokir dari Ibu Rupiatin.

 

“Kita akan terus melakukan pendekatan kepada Ibu Rupiatin yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Partai Golkar. Terima kasih kepada Ibu Rupiatin yang telah membuktikan perhatiannya terhadap desa kami. Semoga Ibu Rupiatin di tahun 2024 bisa menjadi DPRD Kabupaten Mojokerto lagi,” harap Sugeng Santoso.

 

Pihaknya berharap, kedepannya ada Dana Pokir lagi dan BK Murni untuk Jalan Lingkungan Desa Kalipuro.

 

“Saat ini kurang lebih ada 35% Jalan Lingkungan dan Jalan Usaha Tani yang belum kita rabat beton,” jelas Sugeng Santoso.

Papan Proyek Jalan Lingkungan Dusun Sidomukti Desa Kalipuro

Sugeng menyebut, Dana Pokir Rp 650 juta tersebut pihaknya pergunakan untuk membangun Jalan Lingkungan sebanyak empat ruas.

 

“Ruas jalan yang pertama volumenya 4,5 meter x 478 meter x 0,15 meter. Ruas jalan yang kedua volumenya 4 meter x 199 meter x 0,15 meter. Ruas jalan yang ketiga volumenya 3,5 meter x 83 meter x 0,15 meter. Kemudian untuk ruas jalan yang keempat volumenya 3 meter x 72 meter x 0,15 meter,” terang Sugeng Santoso.

Kepala Desa Kalipuro (Kanan) didampingi Ketua TPK Desa Kalipuro

Masih kata Sugeng, lebar dan panjangnya memang tidak sama.

 

“Hal ini kita sesuaikan dengan kondisi jalan yang ada atau disesuaikan dengan keadaan di lapangan,” tutup Sugeng Santoso. (Jay/Adv)

Exit mobile version