Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education

Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education
Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education

Kabupaten Mojokerto, majalah global.com – Guna meningkatkan kualitas pengasuhan orang tua terhadap anak agar ke depannya dapat tercipta jati diri generasi muda yang positif dan berkualitas, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus melakukan pembinaan pengasuhan terhadap wali murid di setiap sekolah.

Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education
Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education

Kali ini pembinaan tersebut dilakukan dalam kegiatan ‘Parenting Education’ di SMP Negeri 1 Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pembinaan parenting yang diikuti ratusan wali murid dari masing-masing angkatan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Mojosari, Kepala Sekolah SMPN 1 Mojosari, Forkopimca Mojosari.

Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education
Tingkatkan Kualitas Pengasuhan Anak, Pemkab Mojokerto Beri Parenting Education

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan, alasan utama diselenggarakan ‘Parenting Education’ ini ialah sebagai momen orang tua wali murid introspeksi diri apakah selama ini sudah memberikan pola asuh anak yang baik dan benar.

“Apakah kita ini selama ini sudah menjadi orang tua yang baik dan benar, itu sangat penting, karena anak-anak tidak pernah meminta kepada Allah SWT untuk memilih kepada siapa nanti dia akan diserahkan orang tua mana dan ini sebagai suatu bentuk tanggung jawab kita karena anak-anak ini adalah suatu titipan,” ungkapnya, dalam agenda Generasi Cendekia Berkarakter (Gencenter), di aula SMPN 1 Mojosari, Sabtu, (16/09/2023) siang.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto, Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Ikfina atas KUA dan PPAS

Lebih lanjut, Bupati Ikfina menerangkan, setiap anak juga memiliki ciri khas atau sifat yang berbeda-beda. Maka, sebagai orang tua supaya dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan dari anaknya masing-masing.

“Anak berkulit kuning atau hitam, matanya sipit, hidungnya ada yang mancung atau kurang mancung, ya diterima saja itu sudah dari Allah SWT, yang digaris bawahi jangan sekali-kali membandingkan ini bahaya,” terangnya.

Ketika anak tumbuh menjadi remaja dan mulai mencari identitas serta pengakuan di mata teman sebayanya, Bupati Ikfina meminta para orang tua supaya mengasuh, menjaga dan melindungi anaknya di dunia nyata secara fisik maupun di dunia digital khususnya media sosial.

“Sehingga para orang tua juga harus mengarahkan anak untuk menemukan kelompok yang baik agar mereka menemukan jati diri yang positif,” ujarnya.

Dalam menerapkan pola asuh anak yang baik dan benar, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini menuturkan, sebagai orang tua juga harus bisa menguatkan anaknya ketika mereka memiliki masalah dan orang tua menjadi orang pertama yang diajak berdiskusi terkait dengan masalah yang dialami anak tersebut.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Mojokerto Apresiasi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Wihara Buddhayana

“Maka ketika anak-anak kita ini punya masalah, ya sebaiknya orang tuanya itu ibunya dan ayahnya menjadi orang pertama yang harusnya menjadi tempat dia untuk diskusi. Kalau kemudian dia tidak mau bicara sama orang tuanya maka orang tua wajib introspeksi,” tuturnya.

Dengan digelarnya kegiatan pembinaan parenting ini, Bupati Ikfina berharap orang tua bisa memperbaiki diri dan berusaha menjadi orang tua yang terbaik dan dapat merawat anak-anaknya dengan sebenar-benarnya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *