Bupati Ikfina Fahmawati Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim

Bupati Ikfina Fahmawati Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati (Tengah) Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Majalahglobal.com, Mojokerto – Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si. menghadiri peresmian gedung tempat penyimpanan barang bukti dan barang rampasan milik Kejaksaan Tinggi (Kejari) Jawa Timur (Jatim) yang berlokasikan di Jalan Raya Jatirejo, Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Bupati Ikfina Fahmawati Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Kajati Jatim saat menyampaikan sambutan
Kajati Jatim, Mia Amiati menerangkan, asal muasal lahan pendirian gedung tersebut merupakan hasil rampasan pada perkara tindak pidana korupsi.
“Setelah inkracht, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengajukan penetapan status pemanfaatan (PSP) sebagai langkah optimalisasi revitalisasi barang rampasan kepada Menteri Keuangan. Penetapan Status Penggunaan (PSP) BMN yang berasal dari barang rampasan negara yang pemanfaatannya akan diresmikan pada hari ini merupakan sebuah upaya untuk mengatasi sikap yang merefleksikan semangat menjaga, memupuk tekad niat baik untuk saling mengisi, mendukung dan memperkuat institusi dalam proses penegakan hukum,” terang Mia, Senin (21/8/2023).
Masih kata Mia, penetapan status penggunaan barang milik negara (BMN) yang berasal dari barang rampasan negara, setidaknya memiliki dua manfaat nyata.
“Pertama, berdampak berkurangnya beban biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan oleh negara untuk melakukan perawatan terhadap barang rampasan tersebut. Kedua, penghematan terhadap keuangan negara untuk pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” tambah Mia.
Selain itu, lanjut Mia, apabila ditinjau dari sudut pandang upaya peningkatan kinerja, maka PSP BMN yang berasal dari barang rampasan negara seperti ini juga akan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Di satu sisi akan menyelesaikan tunggakan eksekusi terhadap barang rampasan negara sesuai asas litis finiri oportet. Selain itu, dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di bidang pemulihan aset oleh Kejaksaan sebagai otoritas pemulihan aset di Indonesia, maka kegiatan pemulihan aset terkait tindak pidana atau aset lainnya harus diselenggarakan secara efektif dan efisien dengan melibatkan pengawasan masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya,” tegasnya.
Menurut Mia, sebagai langkah responsif dan mendukung penuh kebijakan pusat, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terus berinovasi untuk mampu memberikan dukungan sarana dan prasarana yang representatif dalam rangka pemulihan aset, termasuk pengelolaan dan penatausahaan barang bukti dan barang rampasan dengan membangun gedung penyimpanan barang bukti dan barang rampasan ini seluas total sekitar 8000m2.
“Seluruh Kejaksaan Negeri di wilayah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bisa menitipkan barang rampasannya disini. Dengan syarat dan ketentuan yang akan segera diatur kemudian. Semuanya kita maksudkan untuk semakin meningkatkan kualitas kinerja Kejaksaan, khususnya untuk pemulihan aset,” tandasnya.
Mia menegaskan, sinergitas dan harmonisasi dengan Pemerintah Daerah akan mampu meneguhkan semangat khususnya berkenaan kelengkapan sarana prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas, sehingga dapat mendorong meningkatnya kinerja dan produktivitas hasil yang dicapai.
“Disisi yang lain, keputusan yang diambil untuk mengalihkan status penggunaan atas barang rampasan asal perkara pidana yang banyak dilakukan, juga berasal dari realitas kondisi dan kebijakan untuk mengurangi beban keuangan negara yang perlu mendapat perhatian bersama. Besar harapan kami bahwa momentum ini akan semakin memantapkan posisi kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang semakin berkualitas, akuntabel, transparan, berkeadilan yang humanis, serta semakin mendapatkan kepercayaan dari hati masyarakat,” pungkasnya,” papar Mia.
Bupati Ikfina Fahmawati Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Wakil Gubernur Jatim saat memberikan sambutan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menambahkan, dalam pelaksanaan peresmian gedung penyimpanan barang bukti dan barang rampasan yang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.
“Harapannya para insan Adhyaksa mendapatkan ‘Glory of Majapahit’ dalam menjalankan tugasnya. Semua yang dikerjakan sudah terasa terbaik dan tentunya area ini akan dijaga untuk menjadi suatu ikon dalam menjaga kesinambungan sejarah,” harap Emil, Senin (21/8/2023).
Emil Dardak berpesan, dengan adanya gedung baru ini, semua barang dapat disatukan dan dijaga secara terintegrasi, sehingga barang-barang tersebut terjaga dengan aman. Mudah-mudahan dengan segala teknologi penunjang ini bisa menjadi sebuah kebanggaan.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga merasa bangga dapat bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam mengemban berbagai mandat yang telah diberikan. Mudah-mudahan kita semua bisa terus mewujudkan good governance dan tentunya bisa bersinergi untuk membangun masyarakat Jawa Timur,” pesan Emil.
Bupati Ikfina Fahmawati Hadiri Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Prasasti Peresmian Gedung Penyimpanan Barang Bukti Kejati Jatim
Peresmian Gedung dengan luas 8.000m2 dari total keseluruhan lahan sekitar 51 hektare itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Kejati (Kajati) Jatim Mia Amiati. Acara ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto. (Jay/Adv)
Baca Juga :  Dandim 0815/Mojokerto Bareng Forkopimda Cek Kesiapan Pos Pam Lebaran 1445 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *