Sidoarjo, majalah global. com – Untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan dan menyambut HUT Ke- 78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, beserta jajarannya melaksanakan ziarah rombongan, di TPU Desa Kebaron, Kec. Tulangan, Kab. Sidoarjo, pada pukul: 10.00 wib – selesai, Kamis (17/08/2023).
Dihadiri oleh Kepala Desa Kebaron H. Suwito, Sekertaris Desa, Sunyoto, beserta jajarannya, Mantan Kepala Desa Kebaron, H. Ahmad Jupri, Ketua LPMD, BPD, tokoh agama Ketua Rois Surya NU (Nahdatul Ulama), M. Khoirul Izzah, tokoh masyarakat (sesepuh desa), keluarga pejuang, dan juga mahasiswa KKN Unesa (Universitas Negeri Surabaya).
Kegiatan ziarah dan tabur bunga pejuang kemerdekaan (khususnya pejuang di Desa Kebaron) berjalan dengan khusuk dan hikmat.
Kepala Desa Kebaron H. Suwito menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan tabur bunga ini, sudah kedua kalinya terlaksana setiap tahunnya, semasa saya menjabat 2,5 tahun di Pemerintah Desa Kebaron,” ungkapnya saat diwawancarai oleh media ini.
“Sebagai generasi penerus berharap ini tetap berkelanjutan, karena ini adalah sebuah bentuk kita menghormati dan menghargai jasa- jasa pahlawan khususnya di Desa Kebaron, dengan sinergitas kita kepada tokoh agama, masyarakat sebagai “Tut Wuri Handayani”, yaitu mendorong dari belakang untuk generasi penerus supaya bisa menjadi Suri tauladan,” imbuhnya.
Sekertaris Desa Kebaron Sunyoto, memaparkan bahwa ada 8 pejuang murni dari warga Kebaron yang juga tergolong perintis Kemerdekaan (veteran 45), pejuang 45,yang kedua mantan kepala desa yang dulunya menjabat di masa- masa penjajahan,” ungkapnya.
“Berharap tahun depan keluarga pejuang bisa hadir dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Mantan Kepala Desa Kebaron, H. Ahmad Jupri, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Pemerintahan Desa Kebaron yang menjabat saat ini, atas terlaksana ziarah dan tabur bunga, karena adanya kegiatan ini generasi penerus bisa menghormati dan menghargai leluhurnya/ pejuang yang gugur mendahului kita,” ungkapnya.
Tokoh agama Ketua Rois Surya NU, M. Khoirul Izzah mengungkapkan bahwa, “Tetesan air mata, tetesan perjuangan wajib dibayar dengan kebaikan doa,” tutupnya. (Ldy)
