Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo

Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo
Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo

SITUBONDO, majalah global.com – Polres Situbondo bersama BPBD akhirnya menemukan Sudikin (60) warga Desa Awar – awar Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Jawa Timur yang dikabarkan hilang pada Minggu (14/05/2023) pekan lalu.

Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo
Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi mengatakan, pencarian atas orang yang dikabarkan hilang tersebut baru membuahkan hasil pada hari Minggu ( 21/05/2023) sekira pukul 16.30 Wib.

Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo
Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo

“Ditemukan di lahan tebu tepatnya 300 meter dari ditemukannya sepeda motor milik korban saat pencarian awal dilaporkanya bapak Sukidin ini hilang,”ujar Akbp Dwi Sumrahadi, Senin (22/05/2023).

Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo
Polisi Bersama BPBD dan Warga Berhasil Temukan Lansia Yang Dikabarkan Hilang di Lahan Tebu Situbondo

Ia menjelaskan kronologi ditemukannya jenazah Sukidin bermula dari informasi warga Desa Bantal Kecamatan Asembagus bahwa ada bau busuk.

Lalu petugas BPBD dan Polsek Asembagus mencari asal bau yang dimaksud dan menemukan jasad Sukidin yang sudah membiru.

Baca Juga :  Cegah Banjir di Musim Penghujan, Mas Pj. Bersama ASN dan TP. PKK Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Ditanya penyebab kematian Sukidin yang sempat dinyatakan hilang di lahan tebu miliknya itu, Kapolres Situbondo menyatakan belum diketahui, karena pihak keluarga tidak mau dilakukan autopsi.

“Saat itu pula jenazah kita evakuasi, namun pihak keluarga tidak mau dilakukan autopsi jadi ya langsung dikuburkan,”jelas Akbp Dwi Sumrahadi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *