Petugas PLN Bacan Halsel Diduga Abaikan Listrik Mati 3 Bulan

Petugas PLN Bacan Halsel Diduga Abaikan Listrik Mati 3 Bulan
Bukti pembayaran dan bukti listrik rumah mati selama 3 bulan
Majalahglobal.com, Halsel – Petugas PLN Cabang Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara diduga mengabaikan listrik mati selama tiga (3) bulan berturut-turut hingga membuat salah satu rumah warga terpaksa menggunakan lampu loga-loga (lampu poci).

Meski petugas PLN Cabang Bacan diduga telah menerima aduan dari warga soal kerusakan listrik dibagian stafo, namun masih saja mengabaikan aliran listrik yang mati selama 3 bulan berturut-turut di rumah milik Djonny Tandeil alamat Desa Tabangame Kecamatan Bacan Timur Selatan.

Akibatnya, mereka harus menggunakan lampu penerang lain seperti lilin, lampu rakitan, senter handphone pada malam hari.

“Sudah tiga bulan lebih lampu listrii mati berturut-turut belum juga diperbaiki. Sekalipun 4 kali saya keluhkan ke petugas di Kantor PLN untuk memperbaiki kerusakan stafo Listrik tetap saja belum diperbaiki sampai saat ini,” kata Istri Khonny Tandaeil, Selasa (23/5/2023).

“Bahkan selama 3 bulan harus membayar iuran sebanyak Rp.900.000/bulan ke pihak PLN, jadi kalau dikalikan dengan 3 maka jumlah total yang saya bayar sebesar Rp.2.700.000,” ungkap Istri Jhonny.

Baca Juga :  Berada di Zona Hijau Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Pj Wali Kota Mojokerto: Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Masyarakat Adalah Raja

“Dengan jumlah itu, lanjut istri Jhonny, jika dalam waktu dekat ini petugas PLN belum juga memperbaiki Stafo yang rusak berarti setiap bulannya saya harus keluarkan uang tampa pemakaian listrik,” tambahnya.

Terpisah, Kepala PLN Cabang Bacan tidak berada di Kantor saat dikonfirmasi. Dengan begitu salah satu petugas dan satu orang pegawai adminstrasi yang enggan menyebutkan namanya.

Keduanya membenarkan bahwa, iya benar sudah 3 bulan listrik mati di rumah Jhonny Tandaeil alamat Desa Tabangame.

“Sejauh ini Kepala Jaringan Pak Paul masih kordinasikan ke pihak PLN Cabang Ternate,” kata Kedua petugas dan pegawai PLN itu.

Ketika ditanya terkait listrik mati namun pelanggan harus membayar 900 ribu lebih/bulan dan tidak ada solusi pihak PLN agar setiap bulan pelanggan tidak membayar listrik mati.

Keduanya membenarkan bahwa wajib pelanggan harus membayar tagihan sekalipun lampu mati berturut-turut, sebab Meteran Listrik yang digunakan Jhony Tandeil bukan Listrik Pulsa melainkan Listrik Non Pulsa.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Mojokerto Bakal Berikan Surat Edaran agar ASN Beli Beras Premium Bulog

“Jika pelanggan meminta agar tidak membayar tagihan setiap bulan maka solusinya petugas PLN harus melakukan pemutusan Listrik, akan tetapi kedepan kerusakannya sudah di erbaiki maka pelanggan wajib membayar biaya pemasangan baru,” tegas keduanya. (Asri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *