Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat

Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat
Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat

Tanjab Barat Jambi, majalah global.com – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag menghadiri acara Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di pondok pesantren Al- Baqiyatush Shalihat Parit Gompong Kualatungkal, Rabu (12/04/2023).

Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat
Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh para pengurus, serta para santri dan santriwati pondok pesantren Al-Baqiyatush Shalihat.

Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat
Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan pengajian kilatan ramadhan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan jiwa religius anak-anak muda terkhusus para santri dan santriwati pesantren Al-Baqiyatuh Shalihat.

Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat
Bupati Anwar Sadat Hadiri Penutupan Pengajian Kilatan Ramadan di Ponpes Al-Baqiyatush Shalihat

Lebih lanjut, Bupati juga sampaikan bahwa kegiatan positif tersebut sangat bermanfaat bagi para santri dan santriwati dalam nenambah pengetahuan agama, serta dalam rangka membentuk pribadi yang tangguh dengan emosional yang stabil.

Baca Juga :  Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) di Nilai Tidak Bisa Bekerja,Rekapitulasi Suara di Kecamatan Tengah ilir, Banyak Coret Coret

“Yang biasa disebut dengan pesantren kilat ini adalah kegiatan positif sebagai tempat untuk belajar bagi para santri dan santriwati agar bisa meningkatkan ilmu pengetahuan agama serta meningkatkan spritualnya termasuk menciptakan pribadi yang tangguh dengan stabilitas emosional,” tutur Bupati.

“Semoga berakhirnya pesantren kilat ini anak-anak bisa menerapkannya di kehidupan sehari-hari dan karena dengan bisa pulang kerumah masing-masing bertemu dengan orang tua mereka,” tutupnya.(Hmd*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *