Majalahglobal.com, Ngawi – Supardi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa sangat terbantu dengan pelaksanaan Proyek Pengembangan dan Manejemen Irigasi Partisipatif Terintegrasi atau Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Supardi mengatakan bahwa saat ini Pemkab Ngawi terus berupaya melakukan langkah kongkrit dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian diantaranya adalah meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pemkab Ngawi sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat, karena Kabupaten Ngawi dipercaya sebagai lokasi pengembangan dana manajemen IPDMIP,” Ungkap Supardi saat ditemui di kantor DKPP, Senin (7/11/2022).
“Dan target dari program IPDMIP ini sejalan dengan visi misi Pemkab Ngawi di bidang pertanian. Dari peningkatan produksi, pengurangan kemiskinan di pedesaan hingga meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan,” ujarnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Supardi saat menerima kunjungan dari tim supervisi International Fund Agricultural Development (IFAD) Mr. Therry Maheoux dan Mr. Tonny Ryan pada tanggal 29 September 2022 lalu.
“Termasuk adanya kegiatan Sekolah Lapang (SL) salah satu kegiatan dari IPDMIP untuk membantu meningkatkan kapasitas petani melalui adopsi dan dampak dari teknik-teknik produksi yang dipertunjukkan dan diajarkan dan pengelolaan usahatani yang lebih baik,” kata Supardi menambahkan.
Dijelaskan Supardi, pihaknya sangat mengaspresisi kunjungan tim IFAD, karena dapat menumbuhkan kerjasama yang baik dalam pengembangan usaha pertanian dalam program IPDMIP.
“Program ini adalah program yang terintegrasi antara rehabilitasi jaringan irigasi, perbaikan kelembagaan pengelolaan irigasi, dan penguatan kelembagaan petani melalui pendekatan penyuluhan. Kita berharap semoga kegiatan seperti ini bisa menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi,” terangnya.
Dalam kunjungan tim supervisi dari IFAD itu, juga dihadiri oleh Bappeda dan DPUPR. Kegiatan juga berkunjung ke Kelompok Tani Dewi Sri Desa Randusongo Kecamatan Gerih bertemu dengan pengurus Koperasi “Germas” , PT. Wilmar Indonesia, Petani Milineal, Petani berprestasi.
Pada kesempatan yang sama juga dihadiri oleh perbankan (Bank BNI) menyampaikan dukungan atas program-program pemerintah yang berkaitan dengan dukungan permodalan seperti layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sedangakan Koperasi “Germas” bekerjasama dengan PT. Wilmar Indonesia yang dapat menampung gabah berani memberikan harga tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani gerih.
Kemudian kunjungan berakhir di Kelompok Tani Karya Tani Desa Tempuran Kecamatan Geneng dengan wawancara langsung dengan petani Sekolah Lapang sebagai penerima manfaat. (Heru)
