DKPP Ngawi Adakan Studi Tiru dan Beri Apresiasi 24 Petani Berprestasi

DKPP Ngawi Adakan Studi Tiru dan Beri Apresiasi 24 Petani Berprestasi
DKPP Ngawi Adakan Studi Tiru dan Beri Apresiasi 24 Petani Berprestasi

Majalahglobal.com, Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi melanjutkan rangkaian kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irigation (IPDMIP).

Berkunjung ke Gapoktan Beji Makmur Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah (19/10/2022) lalu, DKPP melakukan studi tiru serta dalam rangka pemberian penghargaan kepada 24 petani berprestasi.

Pelaksanaan kegiatan itu didamping oleh Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Ngawi Hastanina Harimurti dan Sub koordinator serta Penyuluh Pertanian Lapang (PPL).

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Wonogiri Baroto Eko Pujanto, Koordinator PPL Kecamatan Nguntoronadi serta Ketua Gapoktan Beji Makmur Desa Beji Kecamatan Nguntoronadi.

“Studi tiru ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya para petani Ngawi. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya buah ternyata bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah,” kata Hastanina Harimurti, Senin (7/11/2022).

“Ini sangat membanggakan, pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya buah naga, gapoktan beji makmur mampu mengekapor 2,5 ton buah naga,” ujar Hastanina menambahkan.

Nina panggilan Kabid Penyuluh DKPP Ngawi pun berharap, petani di Ngawi bisa melakukan hal yang sama, sehingga pemanfataan lahan pekarangan bisa menguntungkan dan menambah nilai ekonomi.

“Terlebih budidaya buah naga ini buah naga organik, ini seirama dengan visi misi Pemkab Ngawi. Kelurahan Beji di Wonogiri ini sudah dikenal dengan desa wisata organik, Ngawi seharusnya bisa,” terang Nina.

Lebih lanjut Nina menjelaskan, keuletan dan kerja keras dalam membangun pertanian organik wajib dilakukan, hal itu sangat perlu guna tujuan itu bisa tercapai.

“Pada tahun 2016 Gapoktan Beji Makmur ini mendapatkan sertifikasi Pertanian Organik Penuh tingkat Nasional pertama diperoleh dari LeSos. Tentu ini dilaksanakan oleh para petani dengan ulet dan kerja keras,” terangnya.

“Dari hasil kunjungan ini kami banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Maka, harapan kami hal serupa bisa dilakukan oleh para petani di Ngawi, DKPP akan suport penuh,” ucap Nina kepada SUARA NGAWI.

Diketahui tahun 2018 produk buah naga Gapoktan Beji Makmur juga menarik perhatian PT Mega Inovasi Organik (MIO) dari Jakarta. Dari situ melahirkan sebuah kerjasama antara Gapoktan Beji Makmur dengan PT Mega Inovasi Organik.

Dalam MoU tersebut PT MIO akan menuntun Gapoktan untuk menghasilkan buah dan sayur organik, dan memfasilitasi sertifikasi organik berstandar internasional. Gapoktan Beji Makmur yang akan melaksanakan usaha tani untuk menghasilkan buah dan sayur organik tersebut. (Heru)

Exit mobile version