Bupati Anwar Sadat Buka Secara Langsung Pertemuan Audit Kasus Stunting

Bupati Anwar Sadat Buka Secara Langsung Pertemuan Audit Kasus Stunting
Bupati Anwar Sadat Buka Secara Langsung Pertemuan Audit Kasus Stunting

TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), menghadiri sekaligus buka secara langsung Pertemuan Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kamis (29/09/2022).

 

Kegiatan yang dilakasanakan di Pola Utama Kantor Bupati ini turut dihadiri oleh, Dandim 0419/Tanjab/mewakili, Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Asisten, Kepala OPD terkait, Camat se Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepala Puskesmas se Kabupaten Tanjung Jabung Barat, TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kader TPK, Koordinator PLKB se Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan undangan lainnya.

 

Kepala Dinas P3AP2KB Tanjung Jabung Barat selaku ketua panitia, Drs. H. Muhammad Yunus, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat dan mengetahui penyebab terjadinya stunting.

 

“Pertemuan ini kita laksanakan untuk mengetahui penyebab resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran, menganalisis faktor resiko terjadinyo stunting pada Baduta/Balita serta memberikan rekomendasi penanganan kasus” ujarnya.

Baca Juga :  Empat Desa di Tanggulangin Ditetapkan Sebagai Wilayah Tanggap Darurat Bencana Banjir, Bupati Gus Muhdlor Siapkan BTT

 

Lebih lanjut ia menyampaikan sasaran kegiatan audit stunting ini adalah calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui serta baduta dan balita yang beresiko stunting.

 

Sementara itu Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M. Ag dalam sambutannya menyampaikan audit kasus stunting adalah identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.

 

“Salah satu caranya yaitu dengan menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab langsung dan tidak langsung terjadinya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, baduta dan balita” terangnya.

 

Bupati juga menambahkan keberhasilan penurunan angka prevalensi stunting tidak hanya semata-mata merupakan tanggung jawab pemerintah, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk partisipasi masyarakat pendorong utama percepatan penurunan prevalensi stunting.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto Siap Beri Layanan Kesehatan Jiwa Bagi Caleg yang Stress Pasca Pemilu

 

“Dengan sinergitas antar sektor, saya yakin stunting dan berbagai permasalahan lainny akan mampu kita atasu, sehingga pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat diberbagai bidang dapat meningka,”tutupnya.(Hmd/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *