Dituduh Mencuri,Pelajar Sekolah Insan Cendikia Mandiri Dihajar Oleh Temannya Hingga Meninggal Dunia

SIDOARJO,majalahglobal.com – Hari Senin tanggal 12 september 2022 Sekolah Insan Cendikia Mandiri ( ICM ) dijalan Sari rogo Kecamatan Sidoarjo,salah satu pelajar yang berasal dari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan meninggal dunia,dikarenakan ada tindakan dan perlakuan kekerasan dari 3 temannya dengan melakukan atau turut serta melakukan perbuatan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia/mati,dan ini dialami oleh korban inisial M.T.F,kejadian ini bermula korban dicurigai telah mengambil/mencuri barang milik orang lain namun saat itu korban tidak mengakuinya dan ketiga temannya melakukan adu mulut,dan perkelaian terjadi,dari ketiga temannya ada yang memukul pipi kanan kiri 4 kali,dan memukul mulut 3 kali serta saling piting,dan diantara temannya saat itu mau melerai,dan M.T.F (korban) sempat berkata ” hee…jangan keroyokan”.

“Dan saat itu para temannya menanyakan kembali pada korban sehingga adu mulut tak terhindarkan lagi terjadilah perkelahian kembali terjadi korban dipukuli kembali dan ditendang perut korban hingga bergumul dilantai,wajah nya korban membentur lantai sebanyak lima kali,saat korban merasa kesakitan dan nafasnya tersenggal senggal terbaring dilantai,dan saat itu pula korban dibawa ke UKS pada akhirnya korban tak sadarkan diri lalu korban di bawa ke RSUD Sidoarjo.

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Instruksikan Camat, Kades dan Lurah Kerja Bakti Massal Bersihkan Gorong-gorong Saluran Air

“Bahwa korban itu sempat menjalani perawatan medis dengan menjalani operasi pada kepala bagian belakang,dan selanjutnya hari selasa tanggal 13 september 2022 sekitar jam 16.00 WIB,korban dinyatakan meninggal dunia,selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan oleh kakak korban M.D.A ke Polresta Sidoarjo.

“Kemudian Satreskrim Polresta Sidoarjo menindak lanjuti laporan tersebut dengan melakukan kegiatan penyelidikan dan penyidikan dengan mendatangi TKP dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang yang terkait dengan peristiwa tersebut,dan barang bukti dikumpulkan bantal serta pakaian korban.

“Kapolres Sidoarjo Kombes Pol.Kusumo Wahyu Bintoro,S.H.S.I.K saat wawancara dengan media piramida menjelaskan,bahwa sesuai dengan hasil visum et repertum kematian korban disebabkan karena pendarahan pada otak,luka tersebut disebabkan karena kekerasan tumpul/kerusakan organ vital (otak),maka dalam penyidikan tersebut menetapkan pelaku sebagai tersangka ini sial S.J (17),M.M (18),M.K.M (17),berdasarkan fakta tersebut diatas penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo telah menetapkan 3 orang tersangka itu karena diduga keras telah melakukan perbuatan pidana,melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur yang mengakibatkan mati atau pengeroyokan yang mengakibatkan mati sebagaimana dimaksut dalam pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 170 ayat (2) ke -3 KUHP,dan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp.3.000.000.000,- (Tiga Milyar Rupiah),”terangnya. (sgi/mg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *