Tersangka Pembakaran Istri Dan Anak Di Bangsri – Sukodono Di Tangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo

 

SIDOARJO,majalahglobal.com – Kasus penganiayaan/kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Dusun bangsri Rt.16 Rw.05 Desa Bangsri Kecamatan Sukodono,Sidoarjo,korbannya W.S (29) istri Siri dan anak tiri sebut saja M.A.P (6),Kejadian ini dilakukan oleh suaminya ini sial M.T.A (29) salah satu pekerjaannya karyawan swasta yang beralamatkan Bangsri Rt 16 Rw. 05 Desa Bangsri Sukodono,M.T.A (tersangka), tega menyiram Bensin ke arah kaki korban istri siri W.S dan anak tirinya M.A.P kemudian melempar tisu yang telah disulut dengan korek api hingga mengakibatkan luka bakar pada kaki kedua korban,dengan barang bukti 1 botol aqua 1,5 liter bekas yang berisi bensin pertalite,dan 1 buah korek api merk tokai warna biru,serta 1 unit Handphone merk realme warna hijau.

“Kejadian ini dilakukan tersangka pada hari minggu,tanggal,11 September 2022,pukul.05.30 WIB.

“Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan,dan Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penangkapan terhadap tersangka M.T.A,dan dipersangkakan telah melakukan tindak pidana penganiyaaan mengakibatkan luka berat dan melakukan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga :  Gelar Pengajian Rutin, Anggota PKK Kabupaten Sidoarjo Diasah Tingkatkan Iman

Kapolres Sidoarjo Kombes Pol.Kusumo Wahyu Bintoro,S.H.S.I.K mengungkapkan kasus penganiyaan didepan Mapolresta,Rabu,(14/9/2022),Sebelumnya kedua korban ibu dan anak itu mengalami luka bakar dengan disiram bensin,dalam kejadiannya bahwa tersangka M.T.A menikah siri dengan W.S dan memiliki 2 anak,bahwa sewaktu terjadi pernikahan siri tersebut,W.S dalam status janda dan sudah memiliki 1 anak inisial M.A.P, Kejadian ini dikarenakan tersangka M.T.A Emosi karena istrinya yaitu korban (W.S), Memergoki tersangka saat menonton Video Porno dikamar mandi,selanjutnya terjadi tengkar mulut,akhirnya tersangka mengambil botol berisi bensin dan disiramkan ke punggung dan kaki korban dan disulut dengan tisu yang telah dibakar dengan korek api,” terang Kapolres.

Dan tersangka dikenakan ancaman hukuman dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang tindak pidana penganiyaan mengakibatkan luka berat,dan ancamanya 5 Tahun penjara,dan dikenakan pasal 80 UURI No.35 th 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 Th.2002 tentang perlindungan anak,dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp.72.000.000,-.(Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah),”tutup Kusumo.(sgi/mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *