Wisata Randu Alas Mojokerto Bukanlah Wadah Politik

Wisata Randu Alas Mojokerto Bukanlah Wadah Politik
Bupati Mojokerto saat hadir di acara peletakan batu pertama di Wisata Randu Alas Park MNT Gondang

Majalahglobal.com, Mojokerto – Wisata Randu Alas Park MNT Gondang bukanlah wadah politik. Berawal dari kedatangan gerombolan pemuda yang datang di lokasi proyek wisata desa Randu Alas Park yang tanpa ijin dan tidak membawa surat ijin masuk langsung memaksa supir truk yang kebetulan sedang kirim material batu ringan dan tanah taman bunga untuk keluar dari lokasi proyek. Hal ini yang membuat geram dan marah besar Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) dan Ketua Umum Koperasi Multidaya Nusantara Tiga (MNT), Gus Robby.

 

Pasalnya gerombolan pemuda itu betul-betul tidak tau aturan dan seenaknya sediri memasuki kawasan proyek tanpa ijin dan mengantongi surat surat semestinya. Kalau ada persoalan tentu harus memenuhi prosedur.

 

“Jangan arogan dan ngawur apalagi sampai sampai berani mengusik dan memaksa sopir. Kejadian itu terjadi kemarin Senin tanggal 12 September 2022 sekitar jam 5 sore pada saat sepi dan libur kerja. Saat itu ada Pak Teguh yang bertugas dilokasi proyek. Pak Teguh menjelaskan 10 orang pemuda itu masuk dan marah marah mau menyandera truk, bahkan Pak Teguh sempat mau dihajar. Pak Teguh seorang diri sore itu dan hanya diam awalnya, ketika Pak Teguh bicara, 10 orang pemuda itu langsung marah-marah,” ungkap Gus Robby, Selasa (13/9/2022).

 

Berbeda dengan pengakuan Pj dan Sekdes Gondang disaat dimintai tanggapan tentang kejadian aksi gerombolan 10 pemuda yang mengusir dan mau menyandera truk.

 

“Maaf mas saya baru tau hari ini tindakan itu. Kalau prosedur Desa ada mekanismenya mas. Mestinya tidak bersikap seperti itu. Pihak Koperasi MNT sudah kordinasi sama Desa bahwa mulai tanggal 12-14 September pekerjaan proyek libur karena ada Pilkades di Desa Gondang. Libur disini artinya tidak semuanya kegiatan libur, mengingat di lokasi proyek ada suatu tanaman bunga dan pohon yang harus dirawat untuk menyirami tanaman bunga dan rumput pohon kelapa dan lain-lain,”jelas Sekdes Gondang.

 

Lebih lanjut dikatakannya, jadi tidak harus libur total. Mestinya 10 pemuda itu harus lebih dewasa dan jangan gegabah. Proyek itu tidak ada kaitannya dengan dinamika politik.

 

“Proyek itu untuk semua warga Desa Gondang demi masa depan anak cucu kita. Siapapun Kades Gondang yang terpilih tetap ikut andil menikmati. Soal 10 pemuda gerombolan yang sudah diketahui identitasnya kita serahkan pada ketua Umum LIN dan Koperasi MNT yaitu Gus Robby. Pilkades Gondang tidak ada kaitannya dengan Proyek Wisata Randu Alas. Semua itu cuma salah faham saja,” papar Sekdes Gondang.

 

Disisi lain, Perwakilan Koperasi MNT, Jaki Kurniawan mengatakan bahwa ia mewakili Koperasi MNT untuk audiensi di Kantor Desa Gondang pada tanggal 10 September 2022.

 

“Saat itu kita membuat kesepakatan bahwa kegiatan proyek pada tanggal 11-13 September 2022 harus berhenti tapi tidak semuanya pekerja seperti apa yg disampaikan diatas tadi. Kejadian kemarin sore itu sangat saya sesalkan. Pesan saya pada warga Gondang, Randu Alas jangan dikaitkan dan dibawa-bawa ke arah politik. Itu tidak benar, ini murni kegiatan Koperasi MNT dengan misi ekonomi kerakyatan membangun desa dan negara. Siapapun yang menghalangi pembangunan desa bisa dikenakan UU Makar,” tegas Jaki Kurniawan. (Tohir)

Exit mobile version