DKPP Ngawi Adakan Workshop Bersama Penyuluh Pertanian Swadaya

DKPP Ngawi Adakan Workshop Bersama Penyuluh Pertanian Swadaya
DKPP Ngawi Adakan Workshop Bersama Penyuluh Pertanian Swadaya

Majalahglobal.com, Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar workshop dan pelatihan pengembangan kapasitas kelembagaan petani tingkat kecamatan dan desa, pada Selasa (2/8/2022).

Workshop dan pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project/Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Partisipatif Terpadu).

Kegiatan digelar di Kurnia Convention Hall, dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar, perwakilan BRI, dan CEO Koperasi Ngawi Tani Mandiri (NTM). Kegiatan ini diikuti 90 Penyuluh Pertanian Swadaya, 60 pelaku usaha pemangku kepentingan dan 30 Petani milenial.

Narasumber dari perwakilan BRI dihadirkan langsung supaya memberikan kemudahan akses layanan keuangan untuk permodalan pelaku usaha melalui KUR. NTM sebagai korporasi yang berperan penting dalam mendukung pertanian, salah satunya dengan kemudahan layanan pasca panen.

Bupati Ngawi Ony Anwar membuka secara serempak Workshop Para Pemangku Kepentingan, Pelatihan Penyuluh pertanian swadaya, dan Petani milenial pada acara tersebut.

Bupati Ngawi yang akrab dipanggil Ony mengatakan, bahwa pemkab akan segera melakukan penetapan surat keputusan (SK) bagi penyuluh pertanian swadaya.

“Kami ingin sosialisasi pertanian ramah lingkungan berkelanjutan ada percepatan dilakukan keseluruh warga masyarakat kita, ada 128 penyuluh pertanian swadaya akan dibekali wawasan yang komplit, kemudian bisa menjadi mitra kita,” ungkap Ony Anwar.

Ony berpesan supaya tahapan dan monitoring terus dilakukan dalam mencapai tujuan percepatan sosialisasi pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, untuk memastikan target bisa terpenuhi.

“Evaluasi-evaluasi akan ditindaklanjuti, tahapan selalu di monitoring, tentu nanti ada rewardnya,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Supardi dihadapan awak media menyebut, bahwa pihaknya menargetkan ada penambahan lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.

“Tahun 2022 ini ada 500 hektar lahan pertanian ramah lingkungan tentu ini lahan organik, itu target kita. Jadi untuk mencapai target itu kemandirian petani juga dibutuhkan, dinas kami akan suport,” ujar Supardi.

Exit mobile version