Penuhi Hak Anak, Pemkot Mojokerto Adakan Acara Temu Anak

Penuhi Hak Anak, Pemkot Mojokerto Adakan Acara Temu Anak
Wali Kota Mojokerto saat memberikan sambutan

Majalahglobal.com, Mojokerto – Dalam rangka mendengarkan aspirasi anak dan memenuhi hak anak Kota Mojokerto. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengadakan acara temu anak dengan Kepala Daerah dan Kepala OPD di Sabha Kridha Tama Gedhong Hageng Pemerintah Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk Nomor 50 Kota Mojokerto, Senin (20/6/2022).

Penuhi Hak Anak, Pemkot Mojokerto Adakan Acara Temu Anak
Choirul Anwar saat memberikan sambutan

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Mojokerto Choirul Anwar mengungkapkan bahwa salah satu peran forum anak ini adalah sebagai pelopor dan pelapor dalam rangka akselerasi kota layak anak.

 

“Sejak tahun 2017, di Kota Mojokerto ini telah terbentuk wadah forum anak baik itu di tingkat Kota, tingkat Kecamatan maupun tingkat Kelurahan. Yang sekarang berhadapan dengan Ibu Wali Kota ini adalah forum anak yang telah terpilih dan terbentuk sejak tahun 2021,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, terkait dengan pelopor dan pelapor khususnya di bidang pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pemerintah dalam hal ini baik di tingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan wajib melibatkan anak. Tidak hanya sebagai objek pembangunan tetapi juga sebagai subjek pembangunan.

 

“Artinya anak-anak ini dilibatkan, harus didorong untuk berpartisipasi menyampaikan usulan perencanaan pembangunan baik di tingkat Kelurahan, tingkat Kecamatan maupun di tingkat Kota. Sebenarnya sejak tahun 2017 forum anak Kota Mojokerto sudah diundang untuk terlibat di dalamnya, akan tetapi selama ini yang terjadi adalah anak-anak ini baru sebatas hadir dan belum memberikan kontribusi berupa usulan perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, pada malam hari ini kita harapkan agar anak-anak ini berani dan menyampaikan usulan-usulan yang terkait dengan pemenuhan dan perlindungan hak anak di Kota Mojokerto dan nanti akan ditanggapi baik dari para OPD, Camat, Lurah, Sekda maupun Ibu Wali Kota Mojokerto,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto Berikan Dana Hibah Rp 9,65 M

 

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, S.E. menjelaskan bahwa Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mojokerto memberikan tema suara anak Kota Mojokerto. Artinya di dalam pertemuan antara forum anak dengan jajaran pemerintah mulai dari Wali Kota sampai Lurah ini, pihaknya ingin mendengar aspirasi dari anak-anak Kota Mojokerto.

 

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan forum anak dimana melalui forum anak ini diharapkan pemerintah bisa mengakomodir apa yang menjadi hak anak, apa yang dibutuhkan dan apa yang menjadi aspirasi dari anak-anak Kota Mojokerto,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Kota Mojokerto sering sekali mendapatkan aspirasi dari masyarakat namun itu aspirasi masyarakat umum, dalam arti masyarakat yang sudah kategori dewasa. Padahal di dalam forum Musrenbang yang diselenggarakan setiap tahun dari tingkat Kelurahan, tingkat Kecamatan sampai tingkat Kota itu pasti mengundang dan menghadirkan forum anak.

 

“Namun dari pertama kali forum anak terbentuk di Kota Mojokerto mulai dari tahun 2017 hingga 2021 dalam forum Musrenbang, forum anak Kota Mojokerto tidak pernah menyampaikan aspirasinya. Kehadiran forum anak sebatas sebagai pendengar, belum pernah ada aspirasi yang tersampaikan dari forum anak di dalam musyawarah tersebut. Harapan saya malam hari ini apa yang sudah kita tunggu-tunggu selama 5 tahun itu, malam hari ini kita bisa mendengarnya,” harapnya.

 

Lebih jauh dikatakannya, apa saja yang menjadi kebutuhan anak-anak sehingga ini bisa menjadi sebuah usulan bagi pemerintah untuk mengakomodasi apa yang menjadi hak dan kebutuhan anak-anak Kota Mojokerto.

Baca Juga :  BenHitz Vaganza, Ikhtiar Warga Kota Mojokerto Sehatkan Badan dan Perekonomian

 

“Kami ingin di dalam program pembangunan Pemerintah Kota Mojokerto, kami tidak hanya mengakomodir program yang menjadi kebutuhan atau haknya orang-orang dewasa. Karena kebutuhan anak dengan kebutuhan orang dewasa itu berbeda. Pemerintah perlu mendengar, tugas kami ini adalah memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Apakah itu anak-anak atau dewasa, terkait mulai dari kebutuhan yang paling mendasar seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ketentraman dan ketertiban. Itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab Pemerintah,” ungkapnya.

 

Masih kata Ning Ita, Pemerintah Kota Mojokerto harus mampu menyukseskan apa yang menjadi tujuan nasional di tahun 2045 Pemerintah Republik Indonesia mempunyai salah satu gol yaitu mewujudkan Indonesia generasi emas.

 

“Siapakah yang akan menjadi generasi emas di tahun 2045? Ya kalian semua ini lah harapannya. Bukan lagi kita ini yang usianya sudah setengah abad lebih. Karena yang diharapkan menjadi generasi emas sumber daya manusia yang potensial pada tahun 2045 yang saat ini masih usia anak yaitu dibawah 18 tahun. Sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah harus bisa bersama-sama bersinergi mewujudkan tujuan nasional dengan mendengar secara langsung aspirasi dari forum anak,” tutupnya. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *