mahkota555

Koramil Kemlagi Pantau Penerapan Prokes Penyaluran BPS

Koramil Kemlagi Pantau Penerapan Prokes Penyaluran BPS
Koramil Kemlagi Pantau Penerapan Prokes Penyaluran BPS

Mojokerto, – Sebanyak 588 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar ditiga desa wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menerima pencairan Bantuan Program Sembako (BPS) Tahap 1, 2, 3 Tahun Anggaran 2022 dari Kementerian Sosial RI.

 

Penyaluran Bantuan Program Sembako yang disalurkan melalui PT. Pos Indonesia ini, salah satunya berlangsung di Pendapa Balai Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, Rabu, 02 Maret 2022. Kegiatan inipun tak luput dari pantauan Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto dan Bhabinkamtibmas setempat.

 

Pantauan dilapangan, penyaluran BPS ini dilakukan Petugas PT. Pos Indonesia Cabang Mojokerto, disaksikan Pendamping PKH Kecamatan Kemlagi dan masing-masing desa serta dipantau langsung oleh Kades setempat Sumarlik, S.E., beserta perangkat desa.

 

Penyaluran bantuan ini dalam kawalan Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar pelaksanaan berlangsung tertib, aman dan lancar sekaligus memantau langsung penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama berlangsungnya kegiatan. Demikian ungkap Babinsa Tanjungan Serda Khusairi Al Idrus saat di lokasi.

 

Masih lanjutnya, sesuai data yang dihimpun dilapangan, penyaluran BPS Kemensos RI ini diberikan bagi 588 KPM, untuk tiga bulan, yakni Januari, Februari, Maret, setiap bulan besarannya 200 ribu rupiah dan setiap KPM menerima 600 ribu rupiah. “588 KPM ini terdiri dari 189 KPM berasal dari Desa Tanjungan, 103 KPM Desa Mojokumpul dan 296 KPM dari wilayah Desa Japanan”, terangnya.

 

Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Rahma, S.E., mengatakan, penyaluran bantuan ini bertujuan membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan ini hanya boleh digunakan untuk membeli bahan pokok dan tidak boleh digunakan untuk membeli yang lainnya selain Sembako. ”Diharapkan para KPM berbelanja di warung-warung Sembako yang ada disekitar tempat tinggal, tujuannya untuk meningkatkan perekonomian desa atau lingkungan masing-masing seperti yang diharapkan pemerintah”, himbaunya.

 

Masih pantauan dilapangan, untuk menghindari kerumunan, warga penerima bantuan yang sedang antri dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker. Penerapan Prokes ini dipantau langsung Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta perangkat desa.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *