SIKKA – Lagi-lagi untuk kesekian kalinya, Kopdit Obor Mas mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari kantor Akuntan Publik Henro, Busroni, Alamsyah (KAP BAH) setelah melakukan audit keuangan selama kurang lebih 6 hari dari tanggal 31 Januari sampai 05 Februari 2022 di kantor pusat maupun beberapa kantor cabang Obor Mas.
Proses audit ini melibatkan 4 orang tim yakni 3 orang dari Kantor Akuntan Publik Hendro, Busroni, Alamsyah (HBA) dan 1 orang dari Puskopdit Swadaya Utama.
Laporan hasil audit tahun buku 2021 dengan opini WTP ini dibeberkan langsung oleh Auditor Faza Ghassani saat konfrensi pers bersama jajaran Pengurus, Pengawas, dan Manajemen KSP Kopdit Obor Mas, Sabtu (05/02/2022) malam di aula Obor Mas.
“Menurut opini kami, laporan keuangan KSP Kopdit Obor Mas posisi per 31 Desember 2021 menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, serta laporan aktifitas dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tahun tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas tanpa Akuntabilitas Publik, dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Faza Ghassani.
Kepala Auditor, Muhamad Syukron mengatakan, pihaknya sudah melakukan audit di Kopdit Obor Mas untuk tahun buku 2021 melalui observasi lapangan di beberapa kantor cabang dan juga kantor pusat.
“Kami sudah melakukan audit di Kopdit Obor Mas untuk tahun buku 2021. Selain di kantor pusat, kami juga berkunjung ke Cabang Labuan Bajo, Cabang Ende, Cabang Nagekeo dan Cabang Ngada, kemudian di kantor pusat,” jelasnya.
Menurut Syukron, Kopdit Obor Mas sangat sadar jika audit keuangan secara rutin meruakan budaya yang harus dilakukan setiap tahun. Ini juga memastikan kesehatan keuangan di lembaga ini. Bahwa temuan-temuan pasti ada namun akan diperbaiki untuk bisa lebih baik ke depannya, ujarnya.
Kata Syukron, pihaknya telah melakukan audit general dengan melakukan observasi lapangan, on the spot ke anggota, dengan wawancara langsung ke anggota yang datang ke cabang saat membayar angsuran, audit complain, aset lemabaga dan aspek laba rugi.
Terkait pinjaman LPDB kata dia, banyak anggota yang merasa terbantu, bahkan tidak ada anggota yang mengalami kredit macet (NPL 0 %). “Kami temukan di lapangan hampir mayoritas anggota puas dengan pelayanan Kopdit Obor Mas,” ungkap Muhamad Syukron.
Ia mengakui bahwa hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian ini bukan tanpa dasar tetapi benar-benar dari hasil riil di lapangan yang menjadi media untuk diaudit.
Sementara itu Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas Mbete menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas jerih payah dan kerja keras selama ini, sehingga pihaknya bisa mendapatkan penilaian yang baik ini.
“Predikat WTP ini menjadi kebanggaan dan anugerah dari jerih payah kita selama ini. Hasil dari kerja keras, hasil dari pengorbanan, hasil dari perjuangan, bahwa kita memberikan yang terbaik untuk anggota dan juga untuk koperasi ini, sehingga anggota merasa puas,” ungkap Andreas Mbete sembari berjanji ke depannya akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggota.
Saat yang sama, ketika ditanya terkait sistem internal kontrol yang diterapkan, General Manager KSP Kopdit Obor, L. Frediyanto Moat Lering, S.Ak menjawab, Obor Mas saat ini memiliki 22 cabang dengan pola membangun sistem, sehingga sistem inilah yang mengontrol aktivitas di semua cabang.
Dengan sistem ini, para karyawan dengan sendirinya bekerja mengikuti sistem yang ada. Ujung dari penerapan sistem adalah mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada anggota. “Kami di Obor Mas membangun sistemnya bukan figurnya. Sehingga Obor Mas berjalan dengan optimal,” ungkap Frediyanto.
Senada dengan Ketua Pengurus, Frediyanto menyambut gembira kinerja pengelolaan kinerja pengelolaan keuangan KSP Kopdit Obor Mas yang meraih opini WTP. Ia dan tim manajemen bersukur atas pencapaian yang diperoleh.
Pantauan media, dalam pemaparan hasil audit laporan keuangan 2021 ini dihadiri juga oleh Ketua dan jajaran pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Pengawas Kopdit Obor Mas, General Manager, Tim Audit dari Kantor APH HBA yakni, Muhamad Syukron, Faza Ghassani dan Dwi Muvida Rahma Putri serta 1 orang auditor dari Puskopdit Swadaya Utama Yosef Doddy Sukardi Lidi.
Untuk diketahui, koperasi kredit yang berdiri pada 04 November 1972 ini, pada tahun buku 2021 telah memiliki anggota sebanyak 119.608. Dengan total simpanan baik saham maupun non saham sebesar Rp.758.411.683.872 pada tahun buku 2021. Total saldo pinjaman tahun 2021 sebesar Rp. 148.508.390.632 dan memiliki 22 kantor cabang dengan 382 karyawan. (Frans Dhena)










