mahkota555

Sambangi Sikka, Mantan Pemain Timnas Sempatkan Diri Nonton Turnamen Askab Sikka Cup I

Sambangi Sikka, Mantan Pemain Timnas Sempatkan Diri Nonton Turnamen Askab Sikka Cup I
Mantan Penjaga Gawang Timnas Indonesia, Gatot Prasetyo Didampingi Ketua Askab Sikka, Chery Newar, usai menyaksikan pertandingan perebutan juara 3 turnamen Askab Sikka I di stadion Gelora Samador Maumere, Rabu (19/01/2022)

SIKKA – Mantan Pemain Timnas Era 90-an, Gatot Prasetyo menyempatkan diri untuk menonton pertandingan memperebutkan Juara 3 Turnamen Askab Sikka Cup I secara langsung di Stadion Gelora Samador Maumere, Rabu (19/01/2022).

Meski cuma di babak pertama, Gatot memuji gaya permainan anak-anak Sikka. Diluar dugaannya para pemain sudah bisa menguasai bola selama mungkin dalam tim kemudian membuat skema menyerang.

“Secara keseluruhan yang saya lihat tadi di babak pertama, suatu hal yang menggembirakan saya adalah diluar dugaan saya, mereka sudah mulai memainkan ball posision artinya, menguasai bola selama mungkin di tim mereka dengan pelan-pelan dia untuk membuat skema menyerang,” jelasnya.

Dan ini yang sebelum-sebelumnya jarang dilakukan, kata pria yang pernah menjadi penjaga gawang Timnas Indonesia ini. Ia mengakui bahwa pemain-pemain kita lebih senang bermain dengan gaya sporadis yakni, dengan mengorbankan penguasaan bola, sehingga permainan itu menjadi tidak efektif, tuturnya.

Lanjut pria yang saat ini menjadi pelatih kiper Persib Bandung ini, untuk bisa bermain sepak bola secara efektif di Indonesia adalah dengan menerapkan Filonesia atau Filosofi sepak bola Indonesia.

Hal ini kita lakukan karena Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yakni, postur tubuh yang tidak terlalu besar tetapi punya kecepatan.

Gatot mengakui bahwa sejauh yang dilihatnya dalam babak pertama, permainan anak-anak Sikka sudah mengarah kepada filosofi tersebut.

Namun, harus diakui masih ada kekurangan yang ditampilkan oleh para pemain yakni, ketika memasuki daerah pinalti para pemain belum mampu membuat kombinasi player untuk menciptakan gol.

Gatot berharap kedepannya akan banyak pemain-pemain dari Sikka yang bermain di level nasional, karena menurutnya Sikka punya banyak pemain berpotensi, hanya belum tersentuh dan ditangani secara maksimal melalui kompetisi berjenjang dan kontinu. “Saya mengapresiasi Askab Sikka yang telah memulainya.” Tutup Gatot Prasetyo.

Pantauan media, laga memperebutkan juara 3 antara Rajawali FC dan Genkar Reformasi ini berlangsung cukup seru.

Genkar Reformasi akhirnya harus mengakui keunggulan Rajawali FC dalam Turnamen Askab Sikka Cup I ini dengan skor 2-1.

Hasil ini menempatkan Rajawali sebagai juara 3 dalam turnamen Askab Sikka Cup I. (Frans Dhena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *