Majalahglobal.com, Seseorang yang machabbah kepada Allah dan RosulNya adalah orang yang membagikan rohmat (kenikmatan)Allah kepada sesama sebagai perwujudannya. Hal Itu juga menjadi kejelasan bagi orang yang mengharapkan keselamatan, dengan cara membagikan apa yang dimilikinya, baik berupa harta, ilmu dan lain lain.
Penjelasan QS. Alhadid ayat 7 :
اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (pada jalan Allah) sebagian dari harta yang Ia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman antara kamu dan menginfakkan (hartanya pada jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
Dengan begitu maka orang tersebut akan mendapatkan ketenangan dalam hatinya karena telah menjadi wasilah (perantara) untuk kepentingan sesamanya.
Dan ketika seseorang sudah istiqomah dalam membagi kenikmatan tersebut, maka ia pasti akan selalu menumbuhkan kemanfaatan bagi sesama dalam setiap langkahnya. Dengan syarat ia harus mampu mengendalikan nafsunya untuk berbuat ikhlas tanpa adanya transaksi dan siap untuk menghadapi resiko apapun.
Adapun bagi orang yang ragu dalam bertindak, maka berarti ia kalah dalam melawan nafsunya sendiri, karena tidak mempunyai kejelasan dalam amaliahnya. Sehingga hidupnya tidak tenang dan jauh dari sikap tawadhu yang bisa menolongnya dalam memberikan kejelasan dalam hidupnya dan mendapatkan RidhoNya.
Maka kekurangan dari orang yang ceroboh, ialah tidak mengerti dengan permasalahannya, sehingga banyak menhabiskan waktu yang sia sia. Yang membuat ia akhirnya menjadi pecundang akibat menuruti hawa nafsunya dan ragu dalam melangkah.
Kyai Mushonif selalu memberikan dasar keilmuan yang kuat yang menjadi pedoman, sehingga merupakan kebutuhan bagi semuanya. Dengan tujuan supaya tidak salah dalam melangkah dan bisa terselamatkan hidupnya, serta terhindar dari keraguan sampai akhir hayat nanti. Sumber : Kitab Balaghoh PonPes Khomsani Nur (Atz)










