mahkota555

Aborsi Merajalela, Ini Langkah Konkret Polres Mojokerto untuk Mengatasinya

Aborsi Merajalela, Ini Langkah Konkret Polres Mojokerto untuk Mengatasinya
Aborsi Merajalela, Ini Langkah Konkret Polres Mojokerto untuk Mengatasinya

Majalahglobal.com, MOJOKERTO – Aborsi di Mojokerto semakin merajalela. Hal itu terbukti dengan adanya Rilis Polres Mojokerto hasil ungkap kasus aborsi dan juga jaringan pengedar obat-obatan untuk mendukung aborsi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan dan juga Sumatera, Senin, (8/3/2021).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, dimulai dari tanggal 15 Januari 2021 Tepatnya pukul 16.00 di wilayah Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto telah ditemukan 1 buah makam di mana tidak jelas keluarga yang memakamkan dan hanya ditemukan 1 buah nisan bertuliskan Fullan.

“Kemudian warga Sampang Agung sempat heboh, di mana informasi tersebut dilaporkan juga kepada Polsek yang ada di Kutorejo dan dari tim Polsek Kutorejo melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara. Sebelum dilakukan pembongkaran makam tersebut, para penyidik dan juga Kapolsek Kutorejo menghubungi satuan reserse kriminal Polres Mojokerto Kabupaten untuk melakukan olah TKP dari tempat kejadian perkara dan dilakukan pembongkaran makam tersebut,” ujarnya.

“Dalam proses pembongkaran kita menemukan satu buah daging yang bernama zigot dan beberapa tulang belulang manusia yang belum utuh. Disitulah proses penyelidikan kita dimulai dengan membawa daging tersebut yang berisikan serat-serat tulang-belulang yang belum sempurna ke rumah sakit dengan tim yang disusun dan dibentuk oleh Kasat Reskrim,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil pemeriksaan di rumah sakit melalui tim forensik yang ada di rumah sakit Kabupaten Mojokerto, positif itu adalah janin seorang manusia yang belum sempurna dimana dikeluarkan secara paksa dan dikuburkan di makam yang ada di wilayah Kecamatan Kutorejo.

“Dari proses pengecekan ini dipimpin oleh Kasat Reskrim dan Kapolsek melakukan penyelidikan dengan melibatkan tim satuan reserse yang ada di Polres Mojokerto dan kita menemukan tersangka yang melakukan aborsi bernama inisial NMS yang memang membenarkan yang mana membenarkan sudah melakukan aborsi dengan meminum obat-obatan yang berjenis dan bermerek Cytotec,” terangnya.

“Kemudian NMS ini menghubungi pacar tersangka dan bersama-sama pacar tersangka melakukan penguburan di lokasi tersebut tanpa diketahui oleh warga masyarakat di Kecamatan Kutorejo. Dari proses penangkapan yang sudah kami lakukan oleh tim yang sudah dibentuk, kemudian kita mengarah kepada obat-obatan itu berasal dari mana dan menjelaskan barang tersebut atau obat-obatan yang bersifat menggugurkan kandungan,” pungkasnya.

Masih kata Kapolres Mojokerto, menurut pengakuan NMS, ia mendapatkan obat tersebut dari pembelian online di akun Facebook ZA alias Zul warga Tangerang Banten yang menjual obat tersebut dengan harga Rp. 1.500.000 dan memberikan petunjuk bagaimana cara menggunakan obat tersebut.

“Jadi hari pertama minum 1 butir, hari kedua minum 1 butir dan sore harinya 1 butir lagi dimasukkan secara paksa ke alat kelamin MNS. Kemudian hari ketiga minum 1 butir dan sore 1 butir lagi dimasukkan secara paksa ke alat kelamin MNS dan akhirnya janin tersebut keluar dari alat kelamin MNS,” jelasnya.

“Saat ini kami telah mengamankan 2292 butir obat aborsi asal Australia dengan nama merk Cytotec dan juga mengamankan 8 pelaku. Pelaku Aborsi berinisial NMS dan 7 Pelaku Pengedar Obat Aborsi berinisial ZA, MAR, RS, SK, SMP, ER dan JFO. Dan ada satu DPO berinisial DP. Kita melakukan proses penyelidikan hingga tuntas sampai ke akarnya. Proses ini akan kenakan pasal 197 KUHAP pasal 106 dan undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 10 sampai dengan 15 tahun,” tutup Kapolres Mojokerto.

Sementara itu, Pelaku Aborsi berinisial NMS saat ditanya wartawan mengapa melakukan aborsi, ia mengatakan karena mau dijodohkan sama orang tuanya.

“Saya sudah punya pacar namun tidak direstui orang tua saya. Jadi saya nikah siri dengan pacar saya, saat tau saya hamil, saya gugurkam kandungan saya, karena saya masih terikat kerja di salah satu pabrik swasta,” ungkap NMS. (jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *