Melepas Penat, Kebun Sayur Jadi Tempat Idaman Prajurit Yonarmed 12/Kostrad

NGAWI,- Berkebun dan bercocok tanam telah dijadikan mata pencaharian
oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Selain memberikan hasil yang
dinilai bisa mencukupi kebutuhan hidup, bercocok tanam memiliki kepuasan
tersendiri bagi para penggemarnya. Hamparan daun yang hijau diyakini
dapat memberikan efek ketenangan dan ketentraman hati bagi siapapun yang
melihatnya, tak terkecuali bagi prajurit TNI sekalipun.

Seperti yang dilakukan oleh Serka Ahmad Solikin saat ini. Senin, 26
Agustus 2019 sore. Anggota Yonarmed 12/Divif-2/Kostrad itu terlihat
sedang sibuk merawat dan memanen tanaman sayur miliknya.

Beberapa hari terakhir Pak Kin, begitu sapaan akrabnya terlihat sibuk
memanen sawi hasil berkebunnya selama ini. Proses penanaman sawi kurang
lebih sekitar tiga minggu terhitung dari penanaman bibit hingga siap
panen.

Diawali dari penyemaian biji sawi hingga tumbuh 3 sampai 4 daun kemudian
bibit sawi siap dipindah pada lahan yang sudah disiapkan. Minggu pertama
dan kedua setelah penanaman kemudian dilaksanakan pemupukan. Barulah
pada minggu ketiga sawi siap dipanen, begitu penjelasan pria kelahiran
Madiun 44 tahun silam ini.

Hampir setiap hari setelah pulang berdinas, Solikin pergi ke sawah untuk
merawat dan memberikan perhatian khusus pada tanaman sayur miliknya itu.
Selain untuk menyiram dan merawat tanaman juga untuk menenangkan hati
dan melepas penat setelah seharian bekerja.

“Saya mengetahui cara bercocok tanam dari bapak saya dulu, maklum saya
lahir dan besar di kampung jadi ya tau cara bercocok tanam. Selain untuk
mengisi waktu luang sepulang dinas, saya juga merasa adem kalau melihat
tanaman yang hijau seperti ini,” imbuh bapak dua anak ini.

Seirama dengan kesukaannya dalam bercocok tanam ternyata istrinyapun
merasa senang akan hobi suaminya ini. “Saya jadi jarang belanja sayur
karena di sawah sudah banyak sayuran hasil tanam sendiri, lumayan lah
bisa menghemat pengeluaran,” imbuh istri Solikin yang terlihat sedang
membantu mengikat sawi hasil panen sore itu.

Awalnya Solikin menanam sayuran selain untuk menyalurkan hobi juga untuk
memanfaatkan lahan yang ada agar tidak terbengkalai. Alhasil sekarang
banyak tetangga dan kerabat yang datang untuk membeli sayur hasil
tanaman miliknya. Rata-rata yang membeli adalah para pedagang mie ayam
dan nasi goreng. Mungkin karena alasan harga yang lebih miring juga
karena sawi yang mereka beli masih segar karena dibeli langsung dari
pemiliknya.

             Terpisah, Danyonarmed 12/Divif-2/Kostrad, Mayor Arm Ronald F
Siwabessy mengatakan jika pemanfaatan lahan merupakan hal positif yang
harus dikembangkan, baik itu di lingkungan masyarakat maupun di
lingkungan prajuritnya.

             “Dengan demikian berarti kita ikut membantu menyukseskan
ketahanan pangan yang menjadi program TNI AD dan pemerintah,” pungkas
almamater Akademi Militer Tahun 2002 ini. (Jayak)

Exit mobile version