Hendak Membuat Tali Jemuran, Pria ini Tewas Tersengat Listrik

NGAWI – majalahglobal.com : Aliran listrik telah merenggut nyawa Sudiharjo (30) Warga Dusun Karangbanyu, Desa Karangbanyu RT/RW. 07/03, Kecamatan. Widodaren, Kabupaten. Ngawi. (23/11/2018) Jum’at sekitar pukul 17.30 Wib. Pria paruhbaya itu meninggal di duga karena tersengat listrik. 
Berdasarkan informasi yang dihimpun majalahglobal.com,  Ketika Nanik istri korban pulang dari rumah tetangganya Hendak menunaikan sholat magrib, Nanik terkejut ketika melihat suaminya tergeletak dibawah tiang rumah dalam kondisi tidak sadarkan diri .
Melihat kondisi suaminya seperti itu, dia langsung berteriak minta tolong kepada orang yang berada di sekitar rumahnya. 
Nanik bersama warga sekitar pun membawa korban ke Puskesmas Walikukun. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan medis saat tiba di Puskesmas sudah dalam keadaan tidak bernyawa. 
Kapolsek Widodaren AKP Juwahir menjelaskan, dari hasil penyelidikan korban yang mempunyai usaha loundri (jasa cuci pakaian) untuk pakaian siswi Ponpes Putri Gontor 3 Karangbanyu hendak membuat tali jemuran dari kawat besi yang akan dipasang di tiang rumah ruang tamu. Setelah itu korban membuat tumpuan kaki agar bisa menjangkau tiang bagian atas  untuk mengikat kawat dengan menumpuk meja dan kursi. Korban meningal diduga tersengat arus listrik yang berasal dari fitting lampu (rumah lampu) yang tidak terpasangi lampu  yang berada di tiang rumah yang hendak diikat dengan kawat jemuran tersebut.
“Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Dari hasil penyelidikan, korban di duga meninggal tersetrum, kami juga menemukan luka lecet bekas terbakar di jari-jari tangan kiri, luka lecet bekas terbakar ditelapak tangan kiri, luka lecat bekas terbakar dibagian perut, dan luka lecet bekas terbakar ditulang kering kaki kanan.” Tutur AKP Juwahir.
Dari kejadian tersebut 
Keluarga korban menerima sebagai musibah dan tidak menuntut pihak manapun dengan membuat surat pernyataan selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Heru bagus prasetio)
Exit mobile version