Pemkab Pasuruan Nominasikan 3 Sekolah Raih Adiwiyata Mandiri

PASURUAN – majalahglobal.com : Saat ini ada 3 sekolah yang dinominasikan meraih Adiwiyata Mandiri, yakni SMPN 2 Bangil, SMPN 1 Grati dan SMPN 1 Pohjentrek.

Muhaimin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan mengatakan, setiap tahunnya selalu ada sekolah yang disiapkan untuk menuju Adiwiyata Mandiri, di mana sekolah-sekolah tersebut harus bisa meraih predikat dari sekolah adiwiyata tingkat kabupaten, propinsi dan nasional.

“Kita terus melakukan sosialisasi ke semua sekolah yang siap menuju Adiwiyata. Tentu saja sebelum mandiri harus melewati tahapan mulai dari adiwiyata kabupaten, propinsi sampai nasional,” jelasnya, Sabtu (04/11/2017).

Menurutnya, untuk dapat meraih predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional hingga mendiri, setiap sekolah dituntut untuk dapat melakukan lompatan, baik passing grade maupun 4 komponen penting, yakni kebijakan, kurikulum, partisipasi, dan sarana prasarana. Khusus untuk mandiri, harus ada 10 sekolah imbas yang dibina oleh masing-masing sekolah yang dinominasikan mandiri.

“Kita bangga sekali dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di kabupaten pasuruan yang mendapat predikat sebagai sekolah cinta lingkungan, karena kita sadari bahwa lingkungan adalah bagian  paling dekat dari kita, sehingga sepatutnyalah kita harus menjaga dan merawatnya,” terangnya.

Sementara itu, Maskun Rokhman, Kepala SMPN 2 Bangil mengungkapkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah adiwiyata, pihaknya telah memiliki 10 sekolah imbas, yakni 4 sekolah di wilayah Kecamatan Kraton, 3 sekolah di Rembang dan 3 sekolah di Bangil.

“Ada yang SD dan juga SMP, dimana kami terus melakukan sosialisasi adiwiyata agar sekolah-sekolah tersebut memiliki kemauan untuk menjadi sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Ini adalah persyaratan wajib yang harus dimiliki sekolah yang mau mandiri,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan.

Tak selesai sampai di sekolah imbas, SMPN 2 Bangil juga mengembangkan banyak program, di antaranya pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah yang asri, rindang, tertib dan bersih.

“Kita punya kegiatan yang kita namakan Gasing atau gerakan bersih lingkungan. Hal itu kita lakukan setiap hari, di mana sebelum bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa memberishkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting,” jelasnya. (Jay)

Exit mobile version