Didampingi Sekdakot Mojokerto Mas Agoes Nirbito Moebasi Wasono dan beberapa Kepala OPD terkait, Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus memaparkan materi penting tentang pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Mojokerto. Konon, dengan diundangnya instansi terkait untuk menyampaikan paparan materi penting tentang pengolahan dan pengelolaan sampah dihadapan tim penilai Adipura ini, bisa diartikan jika Kota Mojokerto telah masuk dalam nominasi Kota calon penerima Adipura 2017, sebagaimana halnya dengan yang terkoreksi pada tahun 2016 lalu.
Dalam sambutan singkatnya, Ketua Tim Penilai Adipura 2017 Rachmat Witular menyampaikan, bahwa melalui presentasi dan wawancara ini, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana Pemkot Mojokerto mengimplementasikan program pembangunannya. “Khususnya terkait dengan komitmen Wali Kota dalam program inovasi terhadap pembangunan lingkungan hidup”, tegas Rachmat Witular, Selasa (06/06/2017.
Gerakan Kasih Setia yang digagas oleh birokrat yang juga seorang ulama ini melengkapi beragam terbosan, kreasi dan inovasi lingkungan hidup yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait untuk menjadikan Kota Mojokerto bersih dan indah. Terbukti dengan semakin banyaknya taman-taman ruang terbuka hijau di Kota Mojokerto juga menjadi nilai tambah penilaian Adipura yang tak luput dari pemaparannya. “Mari kita lihat bersama, Alun-alun Kota Mojokerto yang tak pernah sepi pengunjung. Orang tua dengan anak-anaknya riang gembira menikmati ruang terbuka yang merupakan hiburan murah dan nyaman. Semakin indahnya TPA Randegan yang dulunya kumuh, kini dijadikan tempat wisata dan edukasi yang nyaman dan kekinian” jelasnya.
Dalam paparannya pula, Kyai Mas’ud Yunus pun menuturkan strategi pengolahan dan pengelolaan sampah, pembentukan Bank Sampah di setiap lingkungan, pengembangan energi alternatif ramah lingkungan, sanitasi lingkungan berbasis masyarakat, program cuci sampah rumah yang terintegrasi dengan PSN setiap hari Jumat, clean city dan layanan pengaduan terkait PJU, pohon tumbang dan sampah liar. Dan yang tak kalah menarik perhatian para juri penilai Adipura 2017 adalah langkah terobosan yang dilakukan Kyai Mas’ud Yunus dalam bidang persampahan, yakni ‘Program Bayar Pajak Pakai Sampah Berhadiah Umroh’.
Terlebih dengan Kota Mojokerto yang akan berulang tahun ke-99 pada 20 Juni nanti, maka raihan predikat dan piala Adipura 2017 akan melengkapi hadiah ulang tahun Kota Mojokerto yang selangkah lagi akan genap berumur se-abad. Disamping itu, piala Adipura juga merupakan target Panca Sukses yang selalu diserukan Wali Kota Mojokerto diberbagai kesempatan untuk menyemangati semangat gotong-royong dan kebersamaan seluruh elemen dalam membangun Kota Mojokerto. “Bismillahirohmanirrohim… Semoga tahun ini Piala Adipura dapat kita raih, sehingga dapat terus menjadi penyemangat pemerintah dan masyarakat Kota Mojokerto untuk terus bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, teduh dan indah”, pungkas Wali Kota Mojokerto, KH. Mas’ud Yunus seraya penuh harap atas diraihnya predikat dan piala Adipura 2017 yang rencananya bakal diumumkan pada awal Juli 2017 mendatang. (Jay/Adv)











