Perahu dengan sebutan Edukasi Boat Surabaya (EBS) merupakan hasil sumbangan salah satu provider terbesar di Surabaya. Perahu yang dirancang untuk keperluan wisata sungai sekaligus edukasi ini merupakan hasil rancangan tiga jurusan mahasiswa ITS, yakni jurusan teknik fisika, teknik kelautan dan teknik design produk.
“Selain dipakai untuk keperluan wisata sungai, perahu ini juga dirancang untuk sistem pengukuran dan pengendalian,” urai Kepala Workshop Instrumentasi Teknik Fisika ITS, DR. Ir Totok Soehartanto DEA, saat diwawancarai di tepi Sungai Kalimas di sekitar Taman Prestasi, Surabaya, Selasa (30/5).
Perahu ini, menurut Totok, dirancang dengan dilengkapi alat pendeteksi kualitas udara di atas sungai dan kondisi pencemaran air sepanjang jalur sungai dilewati.
“Sedang pengerjaan perahu dilakulan secara bersama-sama oleh ketiga jurusan tadi. Teknik fisika yang mengerjakan pemakaian solar selnya, sedang design dikerjakan teknik design produk, dan bodynya dirancang mahasiswa teknik kelautan,” terang Totok.
Kelebihan yang lain, kata Totok, perahu ini sudah dilengkapi autonomos. Artinya, kapal ini bisa dijalankan tanpa navigasi, yakni cukup dimonitoring lewat layar monitor. “Rencananya perahu ini akan kita serahkan ke Pemkot Surabaya saat hari jadi Kota Surabaya. Insyaallah besok sore akan kita serahkan sekaligus seremoni sebagai kado HJKS yang ke-724,” ujar Totok.
Lebih lanjut dijelaskan Totok, selain dilengkapi sistem pengukuran tiga fariabel yakni polusi udara, pencemaran air dan perahu ini juga mampu mendeteksi jarak. Kecepatan di design 2 knot, karena jalur yang sangat sempit dan jembatan yang rendah.
Sedang kapasitas angkutnya sebanyak 12 orang ditambah 1 orang guidence dan 1 nahkoda.
“Perahu ini juga dilengkapi dengan 2 layar yang bisa dimasukkan konten yang diperlukan untuk memperkenalkan Kota Surabaya pada penumpang. Keselamatan penumpang juga menjadi perhatian utama. Untuk itu, perahu wisata EBS ini sudah dilengkapi dan wajib digunakan penumpang saat naik perahu EBS ini,” urainya.
Selaku Kepala Workshop Intrumentasi Yeknik Fisika ITS, Totok merasa bangga dengan hasil rancangan anak bangsa dapat dimanfaatkan untuk kota kelahirannya. (Dhonna/Adv)
