HOME // Berita Jakarta // Uncategorized

Presiden RI: Jaga Kerukunan Umat Beragama

   Pada: Mei 24, 2017

JAKARTA – majalahglobal.com : Presiden Joko Widodo mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama ke Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5/2017). Dalam sambutannya, Presiden bercerita bahwa Indonesia kerap mendapat pujian dari sejumlah kepala negara.

,

Sebab, Indonesia bisa hidup rukun dan damai meskipun penduduknya terdiri dari berbagai macam agama, suku dan golongan. 
“Kita sudah 72 tahun (merdeka) juga tidak pernah ada masalah. Itu kekaguman yang diberikan negara lain terhadap kita,” kata Jokowi.
Jokowi lalu menceritakan percakapannya dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani. Jokowi mengatakan, Afganistan merupakan negara yang memiliki kekayaan luar biasa, mulai dari tambang emas hingga tambang gas dan minyak.
Namun, belum sempat kekayaan tersebut dieksplorasi, sudah terjadi pertikaian yang besar antara dua kelompok di negara itu. “Akhirnya sekarang ada 40 faksi, 40 kelompok, yang sudah sangat sulit sekali untuk di rukunkan kembali,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, Presiden Ashraf Gani tidak mau konflik yang terjadi di negaranya juga terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, Ashraf menitipkan pesan kepada Jokowi.
“Pesan beliau kepada kita, jaga betul yang namanya kerukunan dan persatuan itu. Jangan biarkan 250 juta lebih penduduk Indonesia ini berantem gara-gara 1000-2000 orang, jangan korbankan rakyat,” ucap Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merespons setiap pertikaian. Dia tak ingin konflik kecil melebar.
“Kalau ada percikan selesaikan pada saat api itu kecil. Segera padamkan, ingatkan kepada yang bergesakan kita bersaudara. Berbeda-beda iya, tapi kita bersaudara,” kata Jokowi di Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa 23 Mei 2017.
Jokowi tak mau konflik dibiarkan hingga berbulan-bulan. Tiap persoalan harus dikaji dengan cepat, apa penyebabnya. Masyarakat musti diberi pemahaman mana politik, hukum, dan agama.
“Pilah-pilah, jangan campur aduk,” kata Jokowi kepada ketua FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putera Sukahet dan jajarannya.
Kepala Negara menceritakan hasil pertemuan negara Islam dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, baru-baru ini. Jokowi menyebut, 55 negara yang ikut dalam pertemuan itu mengakui radikalisme menjadi kerisauan utama mereka.
Indonesia, kata dia, dikagumi karena bisa menyelesaikan radikalisme menggunakan hard power approach dan soft power approach. Indonesia dijadikan model bagi mereka.
Jokowi mengajak semua pihak tidak saling berdebat. Menurut dia, selama enam hingga delapan bulan ini sudah banyak energi bangsa terbuang sia-sia karena saling bertikai.
“Jangan habiskan energi untuk saling menjelekkan, kita bersaudara. Harus kita ingat terus peristiwa negara lain kalau bertikai kayak apa. Kita memiliki kesempatan bangun negara,” pungkas dia. (Indigo)





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.