Terserang Hama, Petani Cabai di Sidoarjo Panen Lebih Awal

SIDOARJO – MG : Sejumlah petani di Desa Permisan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, terpaksa memanen tanaman cabainya lebih awsal akibat terserang hama. Hama tersebut menyerang tanaman cabai saat akan memerah.
     
Sejumlah petani cabai di desa Permisan mengatakan, panen lebih awal itu terpaska dilakukan untuk menghindari kerugian lebih besar. “Bila itu tidak dilakukan, cabai tersebut akan busuk dan mengering. Kerugian kami tentunya akan lebih besar lagi,” ujar seorang petani, Kamis (12/1).
   
Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Komisi B, Muhammad Rojik, yang sempat melihat pemanenan cabai di kawasan Jabon mengatakan, kenaikan harga cabai menjadi perhatian pemerintah. Untuk itu, ia datang melihat kondisi para petani cabai yang ada di Sidoarjo. Ia ingin memastikan sendiri permasalahan seperti apa yang dihadapi para petani dalam menanam cabai. Menurut dia, dengan mengetahui permasalahan tersebut akan dapat segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
    
“Kebetulan saya juga Satkernya Dinas Pertanian, mau tidak mau kita hadir untuk mengomunikasikan dinas terkait dengan petani, kondisi apa yang terjadi sebenarnya,” katanya.
    
Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Jabon Budi Eko Prasetyo mengatakan, kondisi tananam cabai milik petani Desa Permisan sebagaian terserang hama antraxnosa. Hama tersebut menyerang cabai yang mengakibatkan pembusukan. Untuk sementara ia menganjurkan untuk mengambil buah cabai yang terkena hama. Agar tidak menular ke cabai yang lain. “Harapan saya jangan sampai menunggu merah. Kalau menunggu merah, semua busuk, yang hijau-hijau setengah tua itu diambil semua daripada rugi,” katanya.
    
Ia mengatakan, sesegera mungkin akan mengajukan bantuan obat pembasmi hama. Namun, terlebih dahulu ia akan menunggu rekomendasi dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Dari rekomendasi tersebut akan ia teruskan ke Dinas Pangan dan Pertanian untuk mendapatkan obat pembasmi hama.
    
“Petugas POPT sesegera mungkin membuat rekom untuk saya lanjutkan ke dinas, mungkin dalam waktu besok bisa saya bawa (obat pembasmi hama,red),”ujarnya.
     
Budi mengatakan, hadirnya hama antraxnosa disebabkan faktor kelembaban kondisi tanam. Ia mengatakan, tananam cabai adalah tanaman yang membutuhkan sinar matahari langsung. Jadi diharapkan tidak ada pohon lain yang menghalangi sinar matahari mengenai tanaman cabai.
    
Salah petani cabai, Ita Samsu mengatakan, hama seperti ini baru pertama kalinya menyerang tanamannya. Hama tersebut menyebabkan turunnya hasil panen. Biasanya ia sekali panen yang dilakukan setiap minggu bisa mendapatkan hasil 10 kg. Namun dengan hama tersebut cabai yang benar-benar siap panen hanya didapat 3-5 kg.
    
Ia mengatakan saat ini harga cabai tua atau cabai yang sudah berwarna merah sekitar Rp. 75 ribu/kg. Sedangkan cabai yang masih hijau sekitar Rp. 25 ribu/kg. Namun ia tidak berani menanggung resiko untuk menunggu cabai yang benar-benar siap panen. Bila tidak hama tersebut akan merontokkan cabai yang akan memerah.
    
“Nggak bisa tua (cabai,red), kalau diteruskan sampai tua bisa jatuh, rontok,”ujarnya. (Dhonna/Jay)

Baca Juga :  Gus Muhdlor Gelar Open House untuk Masyarakat, 15.000 Porsi Makanan Disiapkan

Berita Majalah Global Edisi 064, Januari 2017 :

Presiden RI: Kuota Haji Indonesia Tahun 2017 Bertambah, Jadi 221 Ribu
Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Istana Negara
Terserang Hama, Petani Cabai di Sidoarjo Panen Lebih Awal
Veteran Kediri Serukan Pemuda Berpegang pada Pancasila
Wisatawan Asal Amerika Tertarik Tarian Tradisional
Walikota Mojokerto Targetkan Serap 95 Persen Anggaran 2017
Bupati Mojokerto Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Kebut Infrastruktur Pertanian, Pemkab Banyuwangi Gerojok Rp 150 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *