HOME // Berita Jakarta // Uncategorized

Jokowi dituding bohong besar, Premium seharusnya Rp 5.714/liter

   Pada: Januari 16, 2015
JAKARTA – MG : Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono menyebut pemerintahan Jokowi-JK bohong besar soal hitungan subsidi BBM di Indonesia. Arif menyebut saat ini masyarakat tidak disubsidi tetapi justru malah pemerintah mendapatkan keuntungan besar dari penjualan BBM jenis Premium.
    
Tidak hanya menuding, Arif membeberkan hitungan harga BBM subsidi di Indonesia yang mengikuti mekanisme pasar. Dengan menggunakan dasar perhitungan (MOPS) yang di terapkan oleh pemerintah Jokowi JK dengan harga sebesar rata rata Gasoline (BBM) USD 60,203 FOB ditambah Pajak Pertambahan Nilai 10 persen (VAT Local) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5 persen maka didapat harga BBM sebesar USD 69,23345 per barel.
    
Jika ditambahkan dengan biaya penyimpanan dan margin keuntungan sebesar 5 persen equivalen USD 3,46 per barel dari harga BBM yang di impor maka didapati harga BBM sampai ke konsumen sebesar USD 72,69 (dibulatkan ),” beber Arif dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (4/1).
    
Dengan harga USD 72,69 per barel untuk harga BBM sesuai mekanisme pasar maka harga per liter BBM adalah USD 72,69 x Rp 12.500 = Rp 908.668 ( asumsi nilai kurus rupiah terhadap USD). “Maka harga per liternya BBM sebesar Rp 908668 /159 liter = Rp 5.714 per liter.”
    
Menurut Arif, dengan penetapan harga BBM jenis Premium sebesar Rp 7.600 per liter sesungguhnya masyarakat tidak disubsidi tetapi justru pemerintah mendapatkan keuntungan besar dari penjualan BBM premium dengan selisih keuntungan Rp 1.886 per liter dan ditambah pajak PPN dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar Rp 707.
    
“Ini merupakan kebohongan public yang dilakukan oleh pemerintah dalam menjual BBM pada masyarakat,” tutupnya. (Indigo)
Berita Majalah Global Edisi 040, Januari 2015 :

,

Curhat Risma siapkan baju dokter sampai bunuh lalat di posko DVI
Jokowi Sebut Perubahan di Jakarta Terlihat Tahun Ini
Jokowi dituding bohong besar, Premium seharusnya Rp 5.714/liter

Usai insiden Air Asia, Warga Pangkalanbun Ogah Makan Ikan Laut
Lahan Pertanian Kian Susut, Banjir Besar Ancam Kota Mojokerto
Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Rekomendasi Revitalisasi Pasar Tulangan Dikaji Ulang
Satpol PP Surabaya Klarifikasi Temuan Ombudsman Terkait Pungli
Walikota Mojokerto Hadiri Hari Ulang Tahun LVRI
Pemkab Mojokerto Gelar Mutasi Pejabat Eselon II, III, IV
Membongkar Dapur Di Balik Tiket Murah AirAsia
Ahok Latih Pemuda Putus Sekolah Jadi Sopir Transjakarta
Risma Siapkan Dokumen Ahli Waris Untuk Keluarga Korban Air Asia
Kasus Tanah Kas Desa Gunung Gedangan Terus Bergulir





Berkomentarlah yang bijak. Apa yang anda sampaikan di kolom komentar adalah tanggungjawab anda sendiri.