{"id":99678,"date":"2024-06-06T19:40:40","date_gmt":"2024-06-06T12:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=99678"},"modified":"2024-06-08T19:35:30","modified_gmt":"2024-06-08T12:35:30","slug":"dpuprprkp-kota-mojokerto-masukkan-nama-jalan-ir-soekarno-ke-rupabumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2024\/06\/06\/dpuprprkp-kota-mojokerto-masukkan-nama-jalan-ir-soekarno-ke-rupabumi\/","title":{"rendered":"DPUPRPRKP Kota Mojokerto Masukkan Nama Jalan Ir. Soekarno ke Rupabumi"},"content":{"rendered":"<h5><a href=\"http:\/\/Majalahglobal.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Majalahglobal.com<\/a>, <a href=\"http:\/\/Mojokertokota.go.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mojokerto<\/a> \u2013 Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro ingin menancapkan jejak sejarah sang proklamator RI, Ir. Soekarno di Kota Mojokerto.<\/h5>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pasalnya Bung Karno juga memiliki sejarah kuat di bumi Majapahit dimana saat muda pernah menuntut ilmu di kota dengan tiga kecamatan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bung Karno dengan nama kecil Kusno tersebut pernah bersekolah di SDN Purwotengah atau yang dulunya disebut Holland Inlandsche School (HIS). SDN Purwotengah sendiri berlokasi di Jalan Taman Siswa No 16, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Soekarno kecil duduk di bangku SDN Purwotengah pada tahun 1909 hingga 1912.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bertepatan pada peringatan Hari Lahir Bung Karno yakni tanggal 6 Juni, Mas Pj (sapaan akrab, red) memastikan akan menggunakan nama Ir. Soekarno sebagai nama jalan. Nama Jalan Ir Soekarno akan digunakan tepatnya di ruas jalan Balongcangkring \u2013 Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKebetulan Jalan BC \u2013 Rejoto saat ini belum punya nama. Jadi tepat di momentum bulan Bung Karno ini dan Hari Jadi Kota Mojokerto 20 Juni nanti, kami akan sosialisasikan kepada masyarakat tentang rencana pemberian nama jalan Ir. Soekarno untuk Jalan BC-Rejoto,\u201d ungkap Mas Pj saat meninjau langsung lokasi Jalan Balongcangkring \u2013 Rejoto, Kamis (6\/6\/2024).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain belum memiliki nama resmi, penamaan juga dilatarbelakangi oleh banyaknya aset Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di sekitar ruas jalan tersebut. Dimana infrastruktur jalan sepanjang 1,7 km tersebut difokuskan untuk menunjang akses jalur wisata menuju Taman Bahari Mojopahit (TBM) yang ada di Kawasan Sungai Ngotok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKe depan pengembangan kota memang diarahkan ke area barat. Hadirnya TBM ini juga akan menjadi potensi besar bagi kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Sehingga sangat layak jika nama besar Ir. Soekarno ditancapkan di area sini,\u201d pesan Mas Pj.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selama masa sosialisasi ini, Pemkot Mojokerto mengharapkan adanya masukan dari masyarakat. Beragama pendapat, saran, dan masukan terhadap usulan penamaan jalan ini nantinya akan menjadi pertimbangan dalam kajian lanjutan. Pasca pengkajian, barulah nama bisa ditetapkan dan dipakai secara resmi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum , Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto, Muraji menambahkan, setelah disepakati pemberian nama tersebut maka selanjutnya akan dimasukkan ke rupabumi\/toponimi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita akan sampaikan ke Biro Bagian Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, kita catatkan. Itu nanti berarti sudah baku,\u201d jelas Muraji.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Camat Prajurit Kulon Riaji optimisme jika warganya akan mendukung usulan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ini tentu akan menjadi suatu kebanggaan jika diberikan nama tokoh nasional, sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat,&#8221; terang Riaji. (Jay\/Adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalahglobal.com, Mojokerto \u2013 Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro ingin menancapkan jejak sejarah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":99679,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,6747,11334],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-99678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advertorial","category-berita-pemkot-mojokerto","category-berita-provinsi-jawa-timur"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=99678"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99681,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/99678\/revisions\/99681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/99679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=99678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=99678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=99678"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=99678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}