{"id":93437,"date":"2024-03-12T20:32:02","date_gmt":"2024-03-12T13:32:02","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=93437"},"modified":"2024-03-12T20:32:02","modified_gmt":"2024-03-12T13:32:02","slug":"lokasi-penebangan-kayu-di-dolok-silou-berada-di-das-dan-hulu-bah-siturituri-dan-bah-sigombur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2024\/03\/12\/lokasi-penebangan-kayu-di-dolok-silou-berada-di-das-dan-hulu-bah-siturituri-dan-bah-sigombur\/","title":{"rendered":"Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Silou, Berada di DAS dan Hulu Bah Siturituri dan Bah Sigombur"},"content":{"rendered":"<p><strong>Simalungun, majalahglobal.com\u00a0 &#8211;<\/strong>Aktivitas penebangan kayu yang terjadi di dua nagori di Kecamatan Dolok Silou, ternyata sudah berjalan sejak tiga bulan terakhir.<\/p>\n<p>Informasi diperoleh awak media, dari sejumlah warga bahwa kegiatan penebangan kayu itu sudah tiga bulan berjalan. Lokasi penebangan kayu khususnya di Sindar Dolok Nagori Dolok Mariah yang berbatasan langsung dengan Nagori Mariah Dolok, merupakan hulu dari dua sungai yakni Sungai Bagh Situri-turi dan Sungai Bah Sigombur.<\/p>\n<figure id=\"attachment_93438\" aria-describedby=\"caption-attachment-93438\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-93438 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20240312-WA0118.jpg\" alt=\"Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Silou, Berada di DAS dan Hulu Bah Siturituri dan Bah Sigombur\" width=\"750\" height=\"1000\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-93438\" class=\"wp-caption-text\">Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Silou, Berada di DAS dan Hulu Bah Siturituri dan Bah Sigombur<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cAda dua sungai besar di sekitar lokasi penebangan kayu. Hulu sungai Bah Situri-turi dan Bah Sigombur itu. Dan itu muaranya nanti ke Sungai Bah Karei,\u201d kata beberara warga yang dihubungi awak media, Minggu-Senin 10-11 Maret 2024.<\/p>\n<figure id=\"attachment_93439\" aria-describedby=\"caption-attachment-93439\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-93439 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20240312-WA0119.jpg\" alt=\"Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Silou, Berada di DAS dan Hulu Bah Siturituri dan Bah Sigombur\" width=\"768\" height=\"768\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-93439\" class=\"wp-caption-text\">Lokasi Penebangan Kayu di Dolok Silou, Berada di DAS dan Hulu Bah Siturituri dan Bah Sigombur<\/figcaption><\/figure>\n<p>Diterangkan warga, setiap hari terjadi penebangan kayu di pinggiran sungai dan jurang. Penebangan kayu mengunakan sinsaw, kemudian kayu ditarik dari dasar jurang mengunakan sling atau tali tembaga oleh alat berat. Lalu alat berat yang ada di atas jurang memuat kayu kayu bulat ke truk pengangkut.<\/p>\n<p>\u201cKalau jurangnya sangat curam, di bawah jurang mereka tebang dan cincang. Lalu ditarik ke atas jurang menggunakan alat berat sekaligus dimuat ke truk,\u201d sebut warga lagi sembari mengirimkan foto alat berat penarik kayu bulat dari jurang dan memuat ke truk.<\/p>\n<p>Mereka menambahkan, setiap hari ada lima sampai delapan truk setiap hari mengangkut kayu bulat dari lokasi penebangan Sindar Dolok Nagori Dolom Mariah.<\/p>\n<p>\u201cKalau sekarang mungkin belum terlihat dampaknya. Tapi ke depan, nanti pasti ada longsor dan banjir di hilir sungai. Selain itu, jalan-jalan yang dilintasi truk pengangkut kayu bulat itu akan rusak juga nanti,\u201d tutur warga.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga diceritakan warga Nagori Huta Saing. Bahwa, pengambilan lokasi kayu juga sudah dilakukan di sekitar jurang. Padahal, bila pun itu lahan itu bukan disebut kawasan hutan, bila kayu-kayu yang ada di jurang terus ditebangi maka dikhawatirkan kedepan akan terjadi longsor.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, berdalih tidak termasuk bahagian kawasan hutan, aksi penebangan kayu marak dan bebas terjadi di dua nagori di Kecamatan Dolok Silou yakni di Nagori Dolok Mariah dan Nagori Huta Saing.<\/p>\n<p>Kebenarangn adanya aksi penebangan kayu itu pun, sudah dibenarkan Camat Dolok Silou Agusti Ginting ketika dikonfirmasi SimadaNews beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Agusti mengaku, pihak kecamatan sama sekali tidak ada dilibatkan dalam urusan penebangan kayu tersebut. Dan dari pihak pengusaha yang sudah pernah ditemui pihak kecamatan, para pengusaha menyebutkan sudah ada izin penebangan kayu itu.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah pernah tanyakan. Kata mereka (pengusaha), sudah ada izin dari dinas terkait. Kalau yang di Huta Saing itu lahan warga yang dibeli Pangulu. Tapi memang pastinya, di dua kawasan itu bukan kawasan hutan tapi lahan masyarakat,\u201d kata Agusti.<\/p>\n<p>Hal senada juga dikatakan Kapolsek Dolok Silou AKP Josia, juga membenarkan adanya penebangan kayu itu. Dia juga mengaku, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan pihak pengusaha mengaku sudah ada izin dari Dinas Kehutanan.<\/p>\n<p>\u201cSudah ada izinnya kata pengusaha. Setahu kami penebangan tidak bisa dibenarkan,\u201d katanya. (S.Hadi Purba)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simalungun, majalahglobal.com\u00a0 &#8211;Aktivitas penebangan kayu yang terjadi di dua nagori di Kecamatan Dolok Silou, ternyata&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":93440,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11333,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-93437","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-provinsi-sumatra-utara","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=93437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93441,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93437\/revisions\/93441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/93440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=93437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=93437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=93437"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=93437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}