{"id":92905,"date":"2024-03-07T12:32:40","date_gmt":"2024-03-07T05:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=92905"},"modified":"2024-03-07T12:32:40","modified_gmt":"2024-03-07T05:32:40","slug":"gerak-cepat-polisi-bersama-tni-bantu-warga-pacitan-yang-terdampak-tanah-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2024\/03\/07\/gerak-cepat-polisi-bersama-tni-bantu-warga-pacitan-yang-terdampak-tanah-longsor\/","title":{"rendered":"Gerak Cepat Polisi bersama TNI Bantu Warga Pacitan yang Terdampak Tanah Longsor"},"content":{"rendered":"<p>PACITAN &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu, 6 Maret 2024, mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Krajan, Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan.<\/p>\n<p>Tiga rumah warga dilaporkan tertimpa longsor, mengakibatkan kerusakan parah dan satu keluarga terluka.<\/p>\n<p>Kapolsek Tulakan, AKP Andreas Hekso Soepriyo, mengatakan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat hujan deras masih berlangsung.<\/p>\n<p>Material longsor berupa tanah dan batu menimpa bagian atap dan dinding rumah, menyebabkan kerusakan parah dan membuat rumah tidak layak huni.<\/p>\n<p>&#8220;Tiga rumah warga tertimpa longsor, yaitu milik Sukamto, Miskamto, dan Aris Permana Putra,&#8221; kata AKP Andreas, Rabu (6\/3).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, satu keluarga yang terdiri dari empat orang, yaitu Sukamto yang mengalami luka di bagian kepala dan istri serta dua anaknya, mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor.<\/p>\n<p>\u201cMereka segera dilarikan ke Puskesmas Tulakan untuk mendapatkan perawatan medis,\u201dterang AKP Andreas.<\/p>\n<p>Petugas kepolisian dari Polsek Tulakan dan Koramil Tulakan dibantu warga sekitar bahu membahu membersihkan material longsor dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa digunakan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Pacitan untuk membantu warga yang terkena dampak longsor,&#8221; kata Andreas.<\/p>\n<p>Andreas mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat musim hujan.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat musim hujan,&#8221;ujar AKP Andreas.<\/p>\n<p>Ia juga meminta kepada warga yang tinggal di daerah yang rawan longsor, segera mengungsi ke tempat yang aman jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.<\/p>\n<p>\u201cSegera mengungsi jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi,\u201dtambahnya.<\/p>\n<p>Kapolsek Tulakan juga mengajak Masyarakat untuk Membuat drainase yang baik di sekitar rumah.<\/p>\n<p>\u201cDrainase yang baik dapat membantu mengalirkan air hujan dengan lancar sehingga tidak tertahan di tanah dan menyebabkan longsor,\u201dujarnya.<\/p>\n<p>Selain itu untuk mencegah longsor juga diharapkan untuk menanam pohon di lereng bukit atau tebing yang rawan longsor.<\/p>\n<p>Menurutnya, akar pohon dapat membantu memperkuat tanah dan mencegah longsor.<\/p>\n<p>Diharapkan warga juga memantau kondisi tanah di sekitar rumah secara berkala.<\/p>\n<p>Dengan kewaspadaan dan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan potensi bencana tanah longsor dapat diminimalisir dan korban jiwa dapat dihindari.<\/p>\n<p>\u201cJika melihat tanda-tanda tanah longsor, seperti retakan tanah atau pergerakan tanah, segera laporkan kepada pihak berwenang,\u201dpungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu Kepala Dusun Krajan, Triyono, mengatakan bahwa hujan deras telah berlangsung selama beberapa hari di wilayah Pacitan.<\/p>\n<p>Hal itulah yang menyebabkan tanah di sekitar rumah warga menjadi labil dan mudah longsor.<\/p>\n<p>&#8220;Hujan deras sudah berlangsung beberapa hari, sehingga tanah di sekitar rumah warga menjadi labil dan mudah longsor,&#8221; kata Triyono. (Yasin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PACITAN &#8211; Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu, 6 Maret 2024,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":92906,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[67,11334,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-92905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pacitan","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/92905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=92905"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/92905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92908,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/92905\/revisions\/92908"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/92906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=92905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=92905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=92905"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=92905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}