{"id":9140,"date":"2019-11-02T01:21:00","date_gmt":"2019-11-02T01:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.majalahglobal.com\/2019\/11\/business-matchingpercepatan-akses.html"},"modified":"2019-11-02T01:21:00","modified_gmt":"2019-11-02T01:21:00","slug":"business-matching-percepatan-akses-keuangan-dan-petik-keuangan-petani-kakao","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2019\/11\/02\/business-matching-percepatan-akses-keuangan-dan-petik-keuangan-petani-kakao\/","title":{"rendered":"Business Matching\u00a0Percepatan Akses Keuangan dan Petik Keuangan Petani Kakao"},"content":{"rendered":"<div class=\"separator\" style=\"clear:both;text-align:center;\"><a href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-5HoPcQTCtro\/XbzaDsNN_RI\/AAAAAAAAgLQ\/oULLkF4tXJAF00etA431lmXDxmiHOQvawCLcBGAsYHQ\/s1600\/10.jpg\" style=\"margin-left:1em;margin-right:1em;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" border=\"0\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-5HoPcQTCtro\/XbzaDsNN_RI\/AAAAAAAAgLQ\/oULLkF4tXJAF00etA431lmXDxmiHOQvawCLcBGAsYHQ\/s640\/10.jpg\" width=\"640\" \/><\/a><\/div>\n<div dir=\"ltr\">Mojokerto &#8211; Pemerintah Kabupaten Mojokerto, terus membuat pemetaan strategis potensi tanaman kakao sebagai salah satu komoditi unggulan daerah. Bukan tanpa alasan, jika dihitung dari <a href=\"tel:321400\">321.400<\/a> ton (setara <a href=\"tel:96420\">96.420<\/a> biji) biji kakao frementasi, menghasilkan\u00a0keuntungan bersih sekitar Rp\u00a0580 juta lebih.\u00a0Namun bila\u00a0diolah\u00a0di pabrik coklat, hasil bumi ini mampu meraup keuntungan hingga\u00a0Rp\u00a04\u00a0miliar lebih. Perbandingannya cukup mencengangkan.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Hal ini dibahas bersama pada acarabusiness matching\u00a0percepatan akses keuangan dan petik keuangan petani kakao, yang dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Jumat (1\/11) pagi di Wisata Desa BMJ-Mojopahit Desa Randugenengan, Kecamatan Dlanggu.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u201cJika digarap dengan\u00a0penanganan pasca panen, kakao menghasilkan\u00a0keuntungan bersih sekitar Rp\u00a0580 juta lebih.\u00a0Kalau di pabrik coklat (produk tengah berupa\u00a0cocoapowder,\u00a0cocoa\u00a0butter, makanan\/minuman), bisa untung hingga Rp\u00a04\u00a0miliar lebih,\u201d terang wabup.\u00a0\u00a0<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Perkembangan\u00a0\u00a0kakao di Kabupaten Mojokerto dimulai pada tahun 2008, yang ditanam di tiga kecamatan yakni Pacet, Trawas, dan Gondang.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Mulai tahun 2010, kakao kemudian dikembangkan di dataran rendah tanpa menggunakan naungan. Hasilnya cocok dan bisa berproduksi tinggi. Hingga pada tahun 2018, berdiri pabrik coklat yang merupakan wujud dari program hulu hilir komoditi kakao di Kabupaten Mojokerto.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Sampai dengan saat ini, di Kabupaten Mojokerto terdapat lahan kakao seluas 281,25 hektar dengan jumlah petani 458 orang. Lokasi pengembangan berada di 12 kecamatan\u00a0\u00a0yakni Trowulan, Trawas, Jatirejo, Gondang, Bangsal, Pungging, Kemlagi, Jetis, Sooko, Mojosari, Dawarblandong, dan Dlanggu sebagai sentra pengembangan.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Berdirinya pabrik coklat tersebut, diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. untuk itu, pemerintah daerah kabupaten mojokerto telah melaksanakan berbagai program kegiatan antara lain memberikan bantuan berupa bibit, alat fermentasi kepada kelompok tani komoditi kakao, serta\u00a0\u00a0memfasilitasi bantuan pinjaman kepada kelompok petani kakao yakni poktan Mulyo Jati.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Poktan Mulyo\u00a0Jati bekerja bersama melakukan pengelolaan komoditi kakao dari hulu ke hilir, kerjasama mulai dari on farm sampai dengan\u00a0off farm. Artinyapetani mempunyai kepastian pasar produksinya,\u00a0yaitu menjual produksi kakaoberupa biji yang berfermentasi kepadapoktan Mulyo\u00a0Jati untuk diolah di pabriksebagai\u00a0produk turunan kakao.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Mulyanto Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jawa Timur, hadir pada acara ini menerangkan bahwa pengembangan kakao di Kabupaten Mojokerto telah masuk dalam kemitraan bersama OJK.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u201cAda beberapa jenis komoditi di daerah yang sudah di fasilitasi OJK. Antara lain sapi perah di Wonosalam, kakao di Mojokerto, ikan patin di Pasuruan, beras premium di Jombang. OJK masuk dalam kemitraan di daerah. Sifatnya implusif agar masyarakat luas mendapat kemudahan transaksi keuangan,\u201d kata Mulyanto.<\/div>\n<div dir=\"ltr\">Selain itu, hadir juga pada acara ini Karyadi Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Karyadi, yang menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur agar berhati-hati apabila melakukan deal sistem jual beli kakao sebelum panen tiba. Hal ini dikhawatirkan memengaruhi harga secara drastis. Sebab harga kakao yang dipesan untuk dibeli sebelum panen, dengan harga panen standar akan berbeda.\u00a0\u00a0<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\u201cAda <a href=\"tel:58000\">58.000<\/a> hektar area penanaman kakao di Jawa Timur, dengan produksi mencapai <a href=\"tel:38000\">38.000<\/a> ton. Gubernur juga mengingatkan berhati-hati jika melakukan deal jual beli kakao sebelum masa panen yang semestinya,\u201d pesan Karyadi.<\/div>\n<p><\/p>\n<div dir=\"ltr\">Acara ditutup dengan penyerahan dana bergulir tahap 2 Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur senilai Rp 10 miliar, oleh wabup Pungkasiadi pada perwakilan tani Mulyo Jati Kabupaten Mojokerto. Acara turut dihadiri Deputi OJK, Direktur BPR Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang BPR Kabupaten Mojokerto, Asisten, OPD terkait, serta para petani kakao Mojokerto. (Jayak)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mojokerto &#8211; Pemerintah Kabupaten Mojokerto, terus membuat pemetaan strategis potensi tanaman kakao sebagai salah satu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[55,1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9140","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-mojokerto","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9140","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=9140"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9140\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=9140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=9140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=9140"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}