{"id":87468,"date":"2024-01-07T02:22:53","date_gmt":"2024-01-06T19:22:53","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=87468"},"modified":"2024-01-08T02:25:19","modified_gmt":"2024-01-07T19:25:19","slug":"dusun-sambirono-wetan-sidoarjo-kembali-banjir-pemkab-tambah-pompa-dan-penanganan-jangka-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2024\/01\/07\/dusun-sambirono-wetan-sidoarjo-kembali-banjir-pemkab-tambah-pompa-dan-penanganan-jangka-panjang\/","title":{"rendered":"Dusun Sambirono Wetan Sidoarjo Kembali Banjir, Pemkab Tambah Pompa dan Penanganan Jangka Panjang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sidoarjo, majalahglobal.com &#8211;<\/strong> Genangan setinggi 30-40 centimeter dilaporkan kembali menggenangi Jalan Mawar Dusun Sambirono Wetan, Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur (Jatim). Banjir sebelumnya sempat terjadi berhari-hari pada pertengahan Desember 2023 lalu.<\/p>\n<p>Nanang Wigiatmoko warga setempat, pada Minggu (7\/1\/2024), memaparkan kalau air sudah menggenangi kawasan tersebut sejak Rabu (3\/1\/2024), atau sudah empat hari.<\/p>\n<p>Dia mengatakan kalau tak kunjung dilakukan penanganan, banyak warga yang aktivitas sehari-hari bakal terganggu, terutama sekolah di sana.<\/p>\n<p>\u201cHari Senin ini kan banyak anak sekolah, itu kalau gak ditanggulangin ya kasihan dong. Itu badan penanggulangan banjir daerah (harusnya melakukan) penyedotan atau gimana gitu,\u201d ujarnya waktu mengudara.<\/p>\n<p>Nanang juga menceritakan, ada dua lansia yang berumur sekitar 70an tahun di lokasi banjir, sehingga harus secepatnya ditangani untuk jangka panjang. \u201cPemerintah desa kan tangan kanannya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab Sidoarjo), gak peduli sama sekali gitu,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Diakuinya juga kalau kawasan tersebut memang termasuk daerah cekung, sehingga banjir sangat sering terjadi. Untuk itu, dia minta segera dilakukan penanganan jangka panjang oleh Pemkab Sidoarjo.<\/p>\n<p>\u201cAda sungai tapi jadi menyempit karena pembangunan perumahan. Harusnya pemerintah turun dan ngobrol sama developer-nya,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Anis Rohmawati warga RT 8 setempat kembali mengulangi rutinitasnya saat hujan melanda wilayah tersebut. Yaitu menguras genangan air di rumah bagian belakang rumahnya.<\/p>\n<p>\u201cIya masuk, hari ini saja nguras karena kembali ngerembes. Kalau kendaraan ugal-ugalan itu pasti masuk ke rumah. Butuh bertimba-timba buat nguras airnya,\u201d kata Anis<\/p>\n<p>Anis mengungkapkan, banjir pada hari Rabu kemarin tingginya sekitar setinggi lutut orang dewasa. Namun hari ini sudah mulai berkurang, terutama di sekitaran rumahnya yang berada di ujung Jalan Mawar.<\/p>\n<p>\u201cTapi yang di tengah-tengah jalan itu masih tinggi, sekita se-betis,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga diutarakan Shinta warga Dusun Sambirono Kulon. Meski ia bukan warga sekitar, namun Shinta kerap melewati akses Jalan Mawar setiap harinya.<\/p>\n<p>Aktivitas warga tentu terhambat ketika banjir melanda Jalan Mawar. Shinta sendiri mengaku banyak pengendara motor yang mogok usai melintas di jalan itu.<\/p>\n<p>\u201cYa ganggu banget, banyak yang mogok setelah lewat itu. Terus baju jadi basah semua,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sedangkan Dwi Eko Saptono Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) waktu dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah memasang dua unit pompa air sejak lama disana. Pemasangan tersebut, karena kawasan setempat masuk kategori rawan bencana banjir.<\/p>\n<p>Namun, karena kondisi daerah yang cekung ditambah sungai avur pembuangan air daya tampungnya kecil, maka kurang maksimal.<\/p>\n<p>\u201cKami nanti akan tambah tiga pompa air, dapat bantuan dari balai besar juga. Jadi nanti total ada lima pompa air untuk penyedotan,\u201d ujarnya terkait banjir tersebut.<\/p>\n<p>Selain berencana menambah pompa, pihaknya juga akan memanfaatkan dua rumah pompa di anak avur Bringinbendo dan sisi barat Sidodadi untuk pembuangan air.<\/p>\n<p>\u201cKami juga tambah dengan pembukaan slot balok di pintu air sekitar kurang lebih 80 centi, artinya nanti debit bisa terkurangi 70 sampai 60 centimeter,\u201d kata Dwi.<\/p>\n<p>Untuk rencana jangka panjang, lanjutnya, Pemkab Sidoarjo akan melakukan betonisasi di kawasan tersebut supaya sistem drainase juga jadi lebih optimal.<\/p>\n<p>\u201cTadi pagi kita sudah komunikasi dengan Kepala Desa, soal rencana peningkatan jalan jadi beton. InsyaAllah Maret\/April kita mulai. Sehingga nanti genangan di jalan juga dapat dikurangi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Adapun untuk pekerjaan rumah lain selain betonisasi, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan pihak perumahan terkait lebar sungai yang disebut berkurang imbas pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cRencananya kita juga akan optimalkan rumah pompa Bringinbendo satu karena di sana ada (avur) yang salurannya bottleneck dan itu crossing dengan rel kereta api. Itu juga nanti kita segera koordinasi dengan KAI Daop 8,\u201d jelasnya. (Ldy)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo, majalahglobal.com &#8211; Genangan setinggi 30-40 centimeter dilaporkan kembali menggenangi Jalan Mawar Dusun Sambirono Wetan,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":87469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11334,84,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-87468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-provinsi-jawa-timur","category-berita-sidoarjo","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=87468"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87470,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87468\/revisions\/87470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/87469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=87468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=87468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=87468"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=87468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}