{"id":86971,"date":"2023-12-30T23:20:32","date_gmt":"2023-12-30T16:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=86971"},"modified":"2023-12-31T23:22:28","modified_gmt":"2023-12-31T16:22:28","slug":"15-prajurit-yonif-raider-ditahan-dan-diperiksa-pasca-kasus-pengeroyokan-relawan-ganjar-di-boyolali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/12\/30\/15-prajurit-yonif-raider-ditahan-dan-diperiksa-pasca-kasus-pengeroyokan-relawan-ganjar-di-boyolali\/","title":{"rendered":"15 Prajurit Yonif Raider Ditahan dan Diperiksa Pasca Kasus Pengeroyokan Relawan Ganjar di Boyolali"},"content":{"rendered":"<p><strong>Boyolali, majalahglobal.com &#8211;<\/strong> Sebanyak 15 prajurit TNI dari Kompi B Yonif Raider 408\/ Suhbrastha ditahan dan diperiksa Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV\/4 Surakarta. Para oknum prajurit ini diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap relawan Ganjar Pranowo-Mahfud Md di jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali, depan Markas Kompi Senapan B Yonif 408\/Suhbrastha, pada Sabtu (30\/12\/2023) siang,<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Dandim 0724\/Boyolali, Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo didampingi Danyonif 408 Suhbrasta, Letkol Inf Slamet Hardianto dalam konferensi pers di Makodim Boyolali, Minggu (31\/12\/2023).<\/p>\n<p>\u201cSaat ini yang terkonfirmasi yang diperiksa di Denpom IV\/4 Surakarta, oknum Batalyon Infanteri 408 Suhbrasta terkonfirmasi 15 orang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Wiweko mengatakan, kasus penganiayaan secara bersama-sama yang dilakukan oleh 15 oknum TNI terhadap warga sipil, dilakukan anggota Kompi B Yonif Raider 408\/ Suhbrastha. Dan kasusnya kini sudah ditangani Denpom IV\/4 Surakarta dan masih dalam penyelidikan.<\/p>\n<p>\u201cSampai saat ini, Denpom IV Surakarta masih meminta keterangan dari anggota untuk kepentingan proses hukum,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Belum ada penetapan tersangka<br \/>\nApakah sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka? Wiweko menyebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak Denpom Surakarta.<\/p>\n<p>Sejauh ini, lanjut dia, belum ada penetapan tersangka karena proses pemeriksaan masih terus berjalan.<\/p>\n<p>\u201cBerapa jumlah orang yang ditetapkan sebagai tersangka akan dikonfirmasi langsung oleh Dandenpom. Saat ini proses hukum masih berlanjut,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ditegaskan Wiweko, saat ini proses terus berlanjut supaya kejadian yang berlangsung dapat diredakan. Komitmen pimpinan TNI untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cSiapapun nanti oknum anggota yang terbukti bersalah dalam kasus penganiayaan tersebut, akan diambil tindakan secara profesional dan proporsional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap semua korban kondisinya cepat pulih sedia kala. Ia mengatakan untuk biaya pengobatan korban ditanggung TNI Raider 408\/Sbh<\/p>\n<p>\u201cSemoga kondisinya korban semuanya makin baik, bisa sembuh sedia kala. Biaya pengobatan ditanggung satuan TNI Raider 408\/Sbh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Tak Ada Kaitan dengan Politik TNI Netral<br \/>\nDitegaskan Wiweko, bahwa TNI tetap menjunjung tinggi dan memegang teguh netralitas yang diamanatkan Undang-undang.<\/p>\n<p>\u201cSaya memegang buku pedoman netralitas TNI yang dipegang oleh seluruh prajurit TNI khususnya TNI Angkatan Darat sebagai pedoman bahwa kita tetap netral. Ini adalah buku pedoman kita dan sesuai.perintah Panglima TNI, perintah KSAD, netralitas sudah jelas. Netralitas TNI adalah netralitas harga mati,\u201d tegasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Boyolali, majalahglobal.com &#8211; Sebanyak 15 prajurit TNI dari Kompi B Yonif Raider 408\/ Suhbrastha ditahan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":86972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13380,11358,9745],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-86971","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-boyolali","category-berita-provinsi-jawa-tengah","category-headline"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=86971"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86973,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86971\/revisions\/86973"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/86972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=86971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=86971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=86971"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=86971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}