{"id":86291,"date":"2023-12-21T20:23:33","date_gmt":"2023-12-21T13:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=86291"},"modified":"2023-12-21T20:23:33","modified_gmt":"2023-12-21T13:23:33","slug":"lidik-krimsus-ri-kalbar-pinta-aph-dan-instansi-terkait-bertindak-tegas-kepada-13-perusahaan-galian-c-yang-izin-usahanya-diduga-sudah-expired-kedaluwarsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/12\/21\/lidik-krimsus-ri-kalbar-pinta-aph-dan-instansi-terkait-bertindak-tegas-kepada-13-perusahaan-galian-c-yang-izin-usahanya-diduga-sudah-expired-kedaluwarsa\/","title":{"rendered":"Lidik Krimsus RI (Kalbar) PInta APH dan Instansi Terkait Bertindak Tegas Kepada 13 Perusahaan Galian C Yang izin usahanya diduga Sudah Expired (kedaluwarsa)."},"content":{"rendered":"<p><strong>PONTIANAK, majalahglobal.com &#8211; 21 Desember 2023.<\/strong><\/p>\n<p>Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah)<br \/>\nLIDIK KRIMSUS RI (Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi Dan Kriminal Khusus Republik Indonesia) Kalimantan Barat, Hadysa Prana meminta APH (Aparat Penegak Hukum) dan Instansi Terkait bertindak tegas kepada 13 perusahaan galian batuan atau C di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang izin usahanya diduga sudah expired (kedaluwarsa) atau sudah habis masa berlakunya, Kamis (21\/12\/2023).<\/p>\n<figure id=\"attachment_86293\" aria-describedby=\"caption-attachment-86293\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-86293 size-full\" src=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20231221-WA0020.jpg\" alt=\"Lidik Krimsus RI (Kalbar) PInta APH dan Instansi Terkait Bertindak Tegas Kepada 13 Perusahaan Galian C Yang izin usahanya diduga Sudah Expired (kedaluwarsa).\" width=\"1080\" height=\"1260\" srcset=\"https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20231221-WA0020.jpg 1080w, https:\/\/majalahglobal.com\/media\/IMG-20231221-WA0020-768x896.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-86293\" class=\"wp-caption-text\">Lidik Krimsus RI (Kalbar) PInta APH dan Instansi Terkait Bertindak Tegas Kepada 13 Perusahaan Galian C Yang izin usahanya diduga Sudah Expired (kedaluwarsa).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Menurutnya, sanksi bagi perusahaan pertambangan galian C yang beroperasi secara ilegal, itu cukup berat.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan Undang-undang No.4 tahun 2009 tentang minerba pada pasal 158, itu sanksi pidananya lima tahun dengan denda Rp10 miliar,&#8221; Tutur Hady<\/p>\n<p>Selain itu, pelaku bisa dikenakan pidana yaitu Pasal 98 Ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 3 miliar dan paling banyak Rp.10 miliar&#8221; Tegas Ketua Lidik Krimsus Kalbar.<\/p>\n<p>Disamping itu, kegiatan penambangan galian C illegal dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>&#8220;Aktivitas tersebut juga bisa menimbulkan kerusakan lingkungan dan membahayakan<br \/>\nkehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu saya pinta kepada APH dan Instansi terkait bertindak tegas, jangan malah dibiarkan&#8221; Pungkasnya<\/p>\n<p>Sumber : DPD Lidik Krimsus Kalbar<\/p>\n<p>Zbn 86<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK, majalahglobal.com &#8211; 21 Desember 2023. Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LIDIK KRIMSUS RI (Lembaga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":86292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12560,11351],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-86291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pontianak","category-berita-provinsi-kalimantan-barat"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=86291"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86295,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/86291\/revisions\/86295"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/86292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=86291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=86291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=86291"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=86291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}