{"id":85675,"date":"2023-12-13T14:31:25","date_gmt":"2023-12-13T07:31:25","guid":{"rendered":"https:\/\/majalahglobal.com\/?p=85675"},"modified":"2023-12-13T14:32:51","modified_gmt":"2023-12-13T07:32:51","slug":"ketua-tmplhk-terkait-limbah-batubara-dan-reklamasi-lobang-tambang-perlu-adanya-pembahasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/majalahglobal.com\/2023\/12\/13\/ketua-tmplhk-terkait-limbah-batubara-dan-reklamasi-lobang-tambang-perlu-adanya-pembahasan\/","title":{"rendered":"Ketua TMPLHK: Terkait Limbah Batubara dan Reklamasi Lobang Tambang Perlu Adanya Pembahasan"},"content":{"rendered":"<p><b>Batang Hari, majalahglobal.com<\/b>&#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Tim Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kehutanan (TMPLHK) Indonesia, Hamdi Zakaria, A.Md dalam rapat rutin anggotanya memberikan pencerahan tentang limbah batubara dan lobang tambang batubara.<\/p>\n<p>Hamdi Zakaria, dalam pencerahannya mengatakan, berbicara masalah pertambangan batubara, pasti ada dampak positif dan negatifnya bagi lingkungan.<\/p>\n<p>Dampak positif, meningkatkan devisa negara, meningkatkan pendapatan asli daerah juga menampung tenaga kerja disekitar tambang.<\/p>\n<p>Sedangkan dampak negatifnya adalah merusak lingkungan, pencemaran juga limbah.<\/p>\n<p>Limbah cair pertambangan batu bara merupakan limbah yang dominan menimbulkan pencemaran lingkungan, karena adanya air asam tambang berbahaya dan merusak kehidupan organisme yang hidup di perairan sungai termasuk komunitas makrozoobentos, salah satu komponen biotik ekosistem sungai,&#8221; Kata Hamdi.<\/p>\n<p>Hamdi Zakaria juga memaparkan, Air Asam Tambang (AAT) atau dalam bahasa asing acid mine drainage<br \/>\n(AMD), atau acid rock drainage (ARD).<\/p>\n<p>Dalam industri pertambangan batubara<br \/>\ndisebut dengan coal mine drainage (CMD) merupakan air yang terbentuk akibat<br \/>\nkegiatan pertambangan terbuka maupun tertutup (bawah tanah) dimana terjadi reaksi antara air, oksigen, dan batuan-batuan yang mengandung mineral-mineral<br \/>\nsulfida sehingga menyebabkan terjadinya air asam tambang.<\/p>\n<p>Air asam tambang timbul apabila mineral-mineral sulfida yang terkandung<br \/>\ndalam batuan pada saat penambangan berlangsung, bereaksi dengan air dan oksigen.<\/p>\n<p>Oksidasi pirit (FeS2) akan membentuk ion ferro (Fe2+), sulfat, dan<br \/>\nbeberapa proton pembentuk keasaman, sehingga kondisi lingkungan menjadi<br \/>\nasam.<\/p>\n<p>Reaksi Pembentukan Air Asam Tambang<br \/>\n4 Fe + 15 O2 + 14 H2O \u2192 4 Fe(OH3) + 8 H2SO4 &#8230; (1) Pyrite + oxygen + water \u2192 Yellowboy Sulfure Acid<br \/>\nReaksi antara besi, oksigen dan air akan membentuk asam sulfat dan endapan<br \/>\nbesi hidroksida.<\/p>\n<p>Warna kekuningan yang mengendap di dasar saluran tambang<br \/>\natau pada dinding kolam pengendapan lumpur merupakan gambaran visual dari endapan besi hidroksida (Yellowboy).<\/p>\n<p>Di dalam reaksi umum pembentukan air<br \/>\nasam tambang terjadi empat reaksi pada pirit yang menghasilkan ion-ion hidrogen<br \/>\nyang apabila berikatan dengan ion-ion negatif dapat membentuk asam.<\/p>\n<p>Kandungan Logam yang terdapat pada Air Asam Tambang, pada pertambangan batubara, kandungan logam yang dimaksud dalam<br \/>\nKeputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 yaitu besi<br \/>\ndan mangan.<\/p>\n<p>Keberadaan besi pada kerak bumi menempati posisi keempat terbesar.<br \/>\nBesiditemukan dalam bentuk kation ferro (Fe2+) dan ferri (Fe3+). Pada perairan<br \/>\nalami dengan pH sekitar 7 dan kadar oksigen terlarut yang cukup, ion ferro yang bersifat mudah larut dioksidasi menjadi ion ferri. Pada oksidasi ini terjadi<br \/>\npelepasan elektron. Sebaliknya, pada reduksi ferri menjadi ferro terjadi<br \/>\npenangkapan elektron.<\/p>\n<p>Mangan adalah kation logam yang memiliki karakteristik kimia serupa dengan<br \/>\nbesi. Mangan berada dalam bentuk manganous (Mn2+) dan manganik (Mn4+).<\/p>\n<p>Baku Mutu Limbah Kegiatan Penambangan Batubara<br \/>\nParameter Satuan Kadar Maksimum pH 6 \u2013 9<br \/>\nResidu Tersuspensi mg\/l 400 Besi (Fe) mg\/l 7<br \/>\nMangan (Mn) mg\/l 4<br \/>\nHal ini dapat kita ketahui atau bersumber dari<br \/>\nSumber MenLH, 2003.<\/p>\n<p>Limbah cair ini, bukan saja berbahaya bagi kesehatan manusia, juga berdampak buruk bagi tumbuhan dan kesuburan tanah,&#8221; ungkap Hamdi.<\/p>\n<p>Terkait begitu banyaknya lobang tambang yang menganga, bahkan sudah ada yang menelan korban jiwa dari bekas lobang tambang yang sudah ditinggalkan oleh perusahaan penambang.<\/p>\n<p>Kedepan TMPLHK juga akan mempertanyakan dana reklamasi lobang tambang batu bara di seluruh wilayah Provinsi Jambi ini,&#8221; tutup Hamdi Zakaria.<br \/>\n(Darmawan)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batang Hari, majalahglobal.com&#8211; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Tim Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kehutanan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":85676,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12452,11340],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-85675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-batang-hari","category-berita-provinsi-jambi"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=85675"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85678,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85675\/revisions\/85678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media\/85676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=85675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=85675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=85675"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/majalahglobal.com\/api-json\/wp\/v2\/newstopic?post=85675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}